PARLEMEN

Konflik Pakistan vs Afghanistan Memanas, Komisi I Minta Opsi Evakuasi Disiapkan

Anggota Komisi I DPR RI Syamsu Rizal.
Anggota Komisi I DPR RI Syamsu Rizal. (Foto: Dok. DPR RI)

Jakarta, IDM – Eskalasi konflik bersenjata antara Pakistan dan Afghanistan kian memanas setelah militer Pakistan melancarkan serangan ke sejumlah wilayah Afghanistan, termasuk ibu kota Kabul.

Situasi ini memantik kekhawatiran terhadap keselamatan warga sipil, termasuk warga negara Indonesia (WNI) yang berada di kedua negara tersebut.

Anggota Komisi I DPR RI Syamsu Rizal, mendesak pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) untuk segera mengambil langkah cepat dan terukur guna memastikan perlindungan maksimal bagi WNI.

Berdasarkan klaim militer Pakistan, serangan tersebut menewaskan 133 pejuang Afghanistan dan melukai lebih dari 200 orang.

Baca Juga: DPR: Konflik Iran-AS dan Israel Bisa Meluas jadi Perang Regional

Ketegangan meningkat tajam menyusul aksi saling serang yang dipicu insiden di sepanjang Garis Durand, wilayah perbatasan sensitif yang kerap menjadi titik konflik kedua negara.

“Keamanan dan keselamatan WNI harus menjadi prioritas utama. Saya meminta Kemlu melalui KBRI di masing-masing negara untuk terus memantau perkembangan situasi dan menjalin komunikasi intensif dengan para WNI,” ujar Syamsu Rizal.

Politikus yang akrab disapa Deng Ical itu juga mengimbau para WNI untuk meningkatkan kewaspadaan dan disiplin mengikuti arahan perwakilan RI.

Menurutnya, dalam situasi konflik terbuka, kewaspadaan individual menjadi faktor penting dalam meminimalkan risiko.

Baca Juga: DPR Minta Pemerintah Serius Tanggapi Situasi Meksiko, Perlindungan WNI jadi Prioritas

“WNI harus menghindari lokasi yang berpotensi menjadi target serangan maupun pusat konsentrasi massa. Jika situasi semakin tidak kondusif dan membahayakan, maka opsi evakuasi harus segera dipersiapkan dan dilaksanakan,” tegasnya.

Sebagai anggota Komisi I yang membidangi urusan luar negeri dan pertahanan, ia memastikan DPR akan terus berkoordinasi dengan pemerintah guna memantau langkah-langkah perlindungan WNI. Ia juga mendorong penyusunan kajian strategis komprehensif untuk memetakan kondisi aktual dan potensi gangguan keamanan.

“Kemlu perlu segera membuat layout kondisi terkini dan peta potensi gangguan keamanan terhadap WNI. Peta ini bisa ditindaklanjuti bersama TNI dan para pemangku kepentingan strategis lainnya,” tambahnya.

Konflik ini bermula setelah Afghanistan lebih dahulu menyerang sejumlah situs militer Pakistan di sepanjang Garis Durand pada Kamis (26/2) malam.

Baca Juga: El Mencho Tewas, DPR Ingatkan Negara Wajib Jaga Keamanan WNI di Mexico

Kabul mengklaim langkah itu sebagai respons atas bentrokan perbatasan sebelumnya yang menewaskan sedikitnya 18 orang di pihak Afghanistan.

Di tengah dinamika geopolitik global yang terus bergejolak, Deng Ical menilai eskalasi konflik bukan hanya terjadi di Asia Selatan. Ia menyinggung meningkatnya ketegangan di sejumlah kawasan lain yang berpotensi memperluas instabilitas global.

“Menilik eskalasi yang terus berkembang, bukan hanya AS-Iran, Pakistan-Afghanistan, dan Aljazair-Maroko, tetapi juga di ASEAN seperti Kamboja-Thailand, situasi ini harus menjadi perhatian serius diplomasi Indonesia,” ujarnya.

Ia pun menyerukan agar Indonesia tetap konsisten mengedepankan diplomasi dan mendorong semua pihak menahan diri guna mencegah konflik yang lebih luas. (Ykb)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.