Konflik Berlanjut, Lebih dari 20.000 Warga Palestina Tewas di Gaza

Jakarta, IDM - Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan bahwa jumlah warga Palestina yang tewas akibat konflik di Gaza telah mencapai 25,105 orang sejak 7 Oktober lalu.
Dilansir dari Al Jazeera, Senin (22/1), Israel telah melakukan pengeboman secara terus menerus meskipun sempat setuju untuk melakukan pertukaran tawanan dengan Hamas. Namun, konflik darat memuncak selama 24 jam terakhir, yang menewaskan setidaknya 178 orang di Gaza selatan.
Baca Juga: Pakistan dan Iran Sepakat Meredakan Ketegangan Usai Saling Serang
“Penembak jitu telah mengambil posisi di gedung-gedung tinggi, menembak orang-orang di jalan di bawahnya. Orang-orang di rumah sakit Nasser tidak punya tempat untuk tinggal,” lapor Al Jazeera.
Kondisi kesehatan dan kemanusiaan juga sangat mengkhawatirkan karena sebagian besar warga tinggal berdesakan di pengungsian dengan pasokan air dan makanan yang minim. Tingginya kematian di Gaza, kembali kecam oleh Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres.
Baca Juga: Filipina dan Kanada Sepakat Jajaki Kerja Sama Pertahanan
“Operasi militer Israel telah menyebarkan kehancuran massal dan membunuh warga sipil dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya selama saya menjabat sebagai Sekretaris Jenderal,” kata Guterres.
Guterres pun mendorong resolusi konflik Israel-Palestina, yang seharusnya berfokus pada “penerimaan hak warga Palestina untuk menjadi negara dan penerimaan solusi dua negara”. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































