Pakistan dan Iran Sepakat Meredakan Ketegangan Usai Saling Serang

Jakarta, IDM - Pakistan dan Iran telah sepakat untuk meredakan ketegangan usai saling bertukar serangan rudal dan drone yang dikhawatirkan memicu ketidakstabilan lebih lanjut di wilayah tersebut.
Dilansir dari Al Jazeera, Sabtu (20/1), Menteri Luar Negeri Pakistan Jalil Abbas Jilani dan Menteri Luar Negeri Iran, Hossein Amir-Abdollahian dilaporkan telah melakukan pembicaraan melalui telepon untuk meredam ketegangan yang terjadi antara keduanya.
Baca Juga: Tingkatkan Stabilitas di Kawasan, Rusia dan Niger Jalin Kerja Sama Militer
“Kedua menteri luar negeri sepakat bahwa kerja sama tingkat kerja dan koordinasi yang erat dalam pemberantasan terorisme dan aspek-aspek lain yang menjadi perhatian bersama harus diperkuat. Mereka juga sepakat untuk meredakan situasi,” tulis Kementerian Luar Negeri Pakistan.
“Kembalinya duta besar kedua negara ke ibu kota masing-masing juga dibahas,” tambahnya.
Ketegangan bermula ketika Iran melakukan serangan rudal dan drone terhadap kelompok militan Jaish al-Adl di Balochistan, wilayah bagian barat Pakistan pada Selasa (16/1) malam.
Baca Juga: Prancis Bantah Tuduhan Rusia Terkait Tentara Bayaran di Ukraina
Amir-Abdollahian menyebut Jaish al-Adli sebagai "kelompok teroris Iran" di Pakistan. Ia pun menegaskan tidak ada warga negara Pakistan yang menjadi sasaran, hanya anggota kelompok teroris tersebut.
Sementara, Pakistan melakukan serangan udara balasan yang ditargetkan ke pangkalan Tentara Pembebasan Balochistan (BLA) dan Front Pembebasan Balochistan (BLF) di dekat Saravan, Iran, pada Kamis (18/1). Kelompok itu disebut melakukan terorisme di Pakistan. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































