INTERNASIONAL

Kondisi Kelaparan Capai Titik Kritis, Israel Sasar Generasi Masa depan Warga Gaza

Penduduk Palestina.
Kondisi kelaparan semakin meningkat bahkan mencapai titik kritis dan mengancam nyawa dua juta penduduk Palestina. (Foto: Dok. unrwa.org)

Jakarta, IDM – Kondisi kelaparan semakin meningkat bahkan mencapai titik kritis dan mengancam nyawa dua juta penduduk Palestina.

Para pekerja kemanusiaan dan tenaga medis di Gaza menyebut jumlah kematian akibat kelaparan tidak hanya menimpa kalangan anak-anak tetapi juga orang dewasa.

Sejak Maret 2025, blokade yang diberlakukan Israel memperburuk krisis kemanusiaan. Program Pangan Dunia (WFP) menyatakan hampir 100.000 perempuan dan anak-anak membutuhkan penanganan gizi secara mendesak.

Baca Juga: Thailand-Kamboja Sepakat Gencatan Senjata Tanpa Syarat

WFP juga mencatat sepertiga penduduk Gaza tidak makan selama berhari-hari hingga fasilitas medis kehabisan obat-obatan penting dan perlengkapan pengobatan utama.

Sementara itu, lembaga Medecins Sans Frontieres (MSF) melaporkan ada seperempat kalangan anak-anak dan perempuan hamil atau menyusui yang diperiksa di klinik mereka di Gaza mengalami kekurangan gizi. MSF menyebut Israel menggunakan kelaparan sebagai senjata perang secara sengaja.

Fenomena ini membuat Gaza menghadapi ancaman serius terhadap generasi masa depan. Para dokter memperingatkan malnutrisi kronis sedang menghancurkan kesehatan anak-anak secara permanen di seluruh wilayah tersebut.

Baca Juga: Perkuat Biosekuriti, Indonesia-AS Gelar Latihan Deteksi Penyakit

"Perang ini menargetkan satu generasi yaitu generasi anak-anak di bawah usia tiga tahun, karena sistem saraf pusat berkembang hampir sepenuhnya pada usia dua hingga tiga tahun," ujar Dr Ahmed Al-Farrah, kepala bagian anak di Rumah Sakit Nasser seperti dikutip NPR, Senin (28/7).

PBB sejatinya telah memperingatkan bahwa wilayah Gaza tengah dalam keadaan kelaparan massal karena adanya pembatasan ketat terhadap distribusi makanan dan bantuan kemanusiaan oleh Israel.

Baca Juga: Delegasi Thailand dan Kamboja akan Bertemu di Malaysia untuk Perundingan Damai

Setelah menerima desakan dan kritik internasional secara masif, Israel mengumumkan jeda pertempuran terbatas selama 10 jam per hari di tiga wilayah padat di Gaza.

Aktivitas militer akan dihentikan setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 20.00 (07.00-17.00) waktu setempat.

Untuk konvoi pengiriman makanan dan obat-obatan juga akan diberlakukan antara pukul 06.00 dan 23.00 mulai Minggu (27/7). (Ykb)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.