Komisi I Minta Kasus Penyiraman Aktivis Diusut hingga ke Akar

Jakarta, IDM – Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, mendapat perhatian serius dari DPR RI.
Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin, meminta agar penegakan hukum dilakukan secara komprehensif dan tidak tebang pilih.
Baca Juga: Komisi I Dorong Transparansi dalam Pengusutan Kasus Penyiraman Aktivis KontraS
Langkah Pusat Polisi Militer TNI yang telah menahan empat anggota TNI dinilai sebagai awal yang baik. Namun, ia mengingatkan bahwa proses hukum tidak boleh berhenti di situ.
“Kita harus memastikan siapa pun yang terlibat, baik pelaku langsung maupun pemberi perintah, diproses secara hukum,” kata TB Hasanuddin.
Ia menegaskan arahan Presiden Prabowo Subianto sudah jelas, yakni penegakan hukum harus dilakukan tanpa pandang bulu.
Menurutnya, dugaan adanya perintah dari pihak tertentu perlu didalami secara serius untuk memastikan keadilan benar-benar ditegakkan.
Baca Juga: DPR Nilai Penundaan Pengiriman Pasukan ke Gaza sebagai Langkah Diplomatis yang Realistis
“Ini bukan sekadar tindakan individu. Ada indikasi kuat bahwa peristiwa ini terencana,” ujarnya.
Puspom TNI sendiri telah melakukan pemeriksaan intensif dan membuka kemungkinan pengembangan kasus berdasarkan hasil penyelidikan lebih lanjut. (Ykb)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































