PARLEMEN

Komisi I DPR RI Sebut Super Garuda Shield Perkuat Kerja Sama dan Diplomasi Pertahanan

Personel TNI Angkatan Darat
Personel TNI Angkatan Darat berjabat tangan dengan Angkatan Darat Amerika Serikat (U.S Army) saat Super Garuda Shield 2026 di Martapura, Sumatra Selatan. (IDM/Muhammad Hidayat)

Jakarta, IDM – Anggota Komisi I DPR RI, Amelia Anggraini, menilai bahwa perhelatan Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Super Garuda Shield (SGS) 2026 sebagai langkah positif untuk memperkuat kerja sama dan diplomasi pertahanan Indonesia dengan negara-negara sahabat.

Ia mengatakan, Indonesia memiliki posisi strategis yang terbukti dengan keikutsertaan 21 negara dengan ribuan personel. Indonesia, katanya, berhasil membangun komunikasi, kepercayaan, dan interoperabilitas di kawasan Indo-Pasifik.

“Latihan seperti ini bukan semata-mata tentang kemampuan tempur, tetapi juga bagaimana setiap negara membangun kesiapan untuk menghadapi berbagai tantangan keamanan yang semakin kompleks,” kata Amelia, Kamis (10/9).

Baca Juga: Komisi I DPR Desak Pencarian Lima Jurnalis di Krakatau Dioptimalkan, Setiap Waktu Sangat Berharga

Selain latihan militer, dalam pelaksanaan SGS tahun ini juga diisi dengan materi bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana. Hal ini, jelas Amelia, menunjukkan bahwa kapasitas kerja sama antarnegara dapat diarahkan untuk kepentingan yang lebih luas, termasuk memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Saya melihat latihan ini sebagai bagian dari diplomasi pertahanan yang konstruktif. Indonesia dapat memperkuat kemampuan pertahanannya sekaligus membangun hubungan yang lebih erat dengan negara-negara mitra, tanpa kehilangan komitmen terhadap perdamaian dan stabilitas kawasan,” ungkap Amelia.

Seperti diketahui, latihan SGS 2026 tahun ini melibatkan sekitar 5.000 personel Angkatan Bersenjata kawasan Indo-Pasifik.

Baca Juga: KKB Tembak Tiga Petugas Pertanian hingga Tewas, DPR: Pelanggaran HAM Tak Boleh Ditoleransi

Beberapa latihan dalam materi Super Garuda Shield 2026 antara lain staff exercise, cyber exercise, humanitarian assistance and disaster relief, serta field training exercise yang meliputi operasi lintas udara, operasi udara, special operation force, navy force, marine force, land combat, land joint strike, dan medical evacuation.

Selain meningkatkan kemampuan militer dan interoperabilitas, SGS 2026 juga menghadirkan kegiatan kemanusiaan melalui humanitarian civic activities (HCA), di antaranya engineer civil action project (ENCAP) berupa renovasi SDN 12 Martapura dan pengerasan jalan sepanjang tiga kilometer di Mako Puslatpur Kodiklat TNI AD serta medical civic action program (Medcap) berupa pengobatan umum bagi 500 orang, sunatan massal bagi 50 anak, dan pemberian 1.000 paket sembako kepada masyarakat sekitar.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.