PARLEMEN

Komisi I DPR Desak Pencarian Lima Jurnalis di Krakatau Dioptimalkan, Setiap Waktu Sangat Berharga

Anggota Komisi I DPR RI Iman Sukri
Anggota Komisi I DPR RI Iman Sukri. (Foto: Dok. DPR RI)

Jakarta, IDM – Komisi I DPR RI meminta operasi pencarian dan penyelamatan terhadap lima jurnalis yang hilang kontak di kawasan Gunung Anak Krakatau, Perairan Selat Sunda, dioptimalkan.

Tim SAR didorong mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia dan memperluas radius pencarian untuk mempercepat penemuan para korban.

Anggota Komisi I DPR RI Iman Sukri mengatakan hilangnya kontak kapal cepat Arupadhatu 1 yang membawa delapan orang harus menjadi perhatian serius.

Lima di antaranya merupakan jurnalis yang tengah menjalankan tugas peliputan di kawasan Gunung Anak Krakatau.

Baca Juga: DPR Setujui Lelang Ex-KRI Ki Hajar Dewantara, Komisi I Tekankan Tata Kelola Aset Pertahanan

Kelima jurnalis tersebut yakni M. Bagus Khoirunnas dari Antara Biro Banten, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu Agency, serta Donal yang merupakan jurnalis lepasan. Mereka berada di kapal bersama tiga kru, yakni kapten, anak buah kapal (ABK), dan seorang pemandu.

"Setiap waktu sangat berharga. Kami meminta seluruh pihak memaksimalkan sumber daya dan memperluas area pencarian. Prioritas utama adalah menemukan seluruh korban secepat mungkin dalam keadaan selamat," ujar Iman di Jakarta, Rabu (9/9).

Iman menekankan, operasi SAR tidak boleh hanya mengandalkan satu pendekatan.

Sinergi antarpersonel, armada laut, perangkat komunikasi, hingga dukungan teknologi pencarian perlu dimaksimalkan untuk memperbesar peluang menemukan kapal dan seluruh penumpangnya.

Baca Juga: DPR Minta Pemerintah Tak Gegabah Soal 8 WNI Disebut Gabung Militer Rusia

Menurutnya, kondisi geografis kawasan Gunung Anak Krakatau dan Perairan Selat Sunda membutuhkan operasi pencarian yang terukur serta adaptif terhadap kondisi lapangan.

Di sisi lain, Iman mengingatkan bahwa keselamatan jurnalis harus menjadi perhatian dalam setiap aktivitas peliputan, terutama ketika mereka menjalankan tugas di wilayah yang memiliki potensi risiko tinggi.

“Jurnalis adalah profesi yang mulia karena mereka menjadi mata dan telinga masyarakat. Mereka bekerja untuk memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang benar mengenai berbagai peristiwa. Namun, di balik tugas tersebut, keselamatan mereka juga harus benar-benar diperhatikan dan menjadi prioritas,” katanya.

Ia berharap seluruh unsur SAR terus memperkuat koordinasi hingga operasi menemukan titik terang.

Baca Juga: DPR Minta Lahan Bekas Karhutla yang Berubah jadi Sawit Diselidiki

“Kita berharap segera mendengar kabar baik. Semoga kelima jurnalis dan tiga orang lainnya yang berada dalam kapal tersebut dapat segera ditemukan dalam keadaan sehat dan selamat, tanpa kurang apa pun,” pungkasnya.

Sebelumnya, Arupadhatu 1 bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, menuju kawasan Gunung Anak Krakatau. Kapal tersebut membawa total delapan orang sebelum kemudian dilaporkan hilang kontak sejak Senin (7/9).

Hingga Rabu (9/9), operasi pencarian terhadap kapal dan delapan orang yang berada di dalamnya masih terus dilakukan.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.