Komisi I DPR: Dewan Perdamaian Gaza Diharapkan Segera Wujudkan Perdamaian

Jakarta, IDM – Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono menanggapi kembali terjadinya serangan Israel ke Jalur Gaza di tengah telah dibentuknya Dewan Perdamaian Gaza (Board of Peace).
Menurutnya, pembentukan badan tersebut bertujuan untuk segera menciptakan perdamaian di wilayah konflik tersebut.
“Dengan terbentuknya Board of Peace atau Badan Perdamaian, tujuannya adalah untuk segera menciptakan perdamaian di Gaza,” ujar Dave.
Baca Juga: Komisi I DPR: Israel Harus Didepak dari Board of Peace Usai Serang Pengungsi Gaza
Dave menjelaskan apabila Dewan Perdamaian Gaza berhasil menjalankan fungsinya secara efektif, model tersebut berpotensi dikembangkan di wilayah konflik lainnya.
Namun demikian, ia menekankan pentingnya konsensus di antara seluruh anggota serta kejelasan piagam atau charter agar tidak terjadi tumpang tindih kewenangan dengan lembaga lain.
“Bilamana ini berhasil, bisa dikembangkan di wilayah-wilayah lain, selama konsensusnya didapat dengan seluruh anggota dan juga carternya disesuaikan, sehingga tidak ada tumpang-tindih fungsi, tapi target dan harapan tetap tercapai,” jelasnya.
Terkait pentingnya charter dalam Dewan Perdamaian, Dave menegaskan piagam tersebut menjadi dasar tanggung jawab setiap anggota.
Dave menyebut seluruh anggota harus berkomitmen menjalankan tugas serta mematuhi kesepakatan yang telah ditetapkan bersama.
Baca Juga: Komisi I DPR Minta Kasus WNI Terlibat Scam di Kamboja Ditangani Secara Proporsional
“Yang pasti itu adalah konsekuensi dari masing-masing anggota. Mereka harus benar-benar memenuhi tugas dan tanggung jawabnya serta mematuhi apa yang telah disepakati,” ungkap Dave.
Menanggapi dugaan pelanggaran yang kembali dilakukan Israel meski telah ada gencatan senjata, Dave menilai persoalan tersebut harus dikaji secara menyeluruh dan tidak bisa disimpulkan secara sepihak.
“Itu harus dilihat case-by-case, tidak bisa diputuskan secara sepihak. Kejadian-kejadian tersebut harus dilihat secara rangkaian dan keseluruhan sebelum kita putuskan kesalahan ada di mana,” pungkasnya. (Ykb)
Hankam

Satgas TNI Sita Senjata OPM saat Susuri Sungai di Yahukimo, Sempat Diwarnai Kontak Tembak
Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 3 Marinir menyita senjata rakitan dan perlengkapan OPM di Kali Braza, Yahukimo, setelah terlibat kontak tembak singkat tanpa korban jiwa.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































