PARLEMEN

Komisi I DPR Desak Pemerintah Bertindak Cepat atas Penculikan Empat WNI di Gabon

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono.
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono. (Foto: Dok. DPR RI)

Jakarta, IDM – Peristiwa penculikan empat warga negara Indonesia (WNI) oleh kelompok bajak laut di perairan Gabon menuai perhatian serius dari DPR RI.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, menilai insiden tersebut sebagai tragedi yang sangat memprihatinkan.

Ia juga menilai negara harus memiliki tanggung jawab penuh untuk melindungi setiap WNI, termasuk mereka yang berada di luar negeri.

Menurut Dave, kasus penculikan ini tidak dapat dipandang semata-mata sebagai tindak kriminal biasa, melainkan menyangkut mandat konstitusional negara dalam menjamin keselamatan warganya.

Baca Juga: Demo Mematikan di Iran, Komisi I DPR Tegaskan Perlindungan WNI Jadi Prioritas

Insiden di kawasan Teluk Guinea tersebut juga menjadi pengingat bahwa ancaman terhadap WNI, khususnya yang bekerja di sektor perikanan dan pelayaran internasional, masih sangat nyata dan memerlukan langkah antisipatif yang sistematis serta terukur.

“Komisi I DPR RI mendorong pemerintah untuk segera melakukan koordinasi intensif dengan otoritas Gabon serta pihak-pihak terkait di kawasan Teluk Guinea. Diplomasi yang aktif dan terarah melalui Kementerian Luar Negeri menjadi kunci utama dalam penanganan kasus ini,” ujar Dave dalam keterangannya.

Ia menekankan pemerintah perlu membangun komunikasi yang kuat dengan aparat keamanan setempat, sekaligus menggalang dukungan internasional guna memastikan keselamatan para WNI yang disandera.

Menurutnya, keselamatan sandera harus menjadi prioritas tertinggi dalam setiap langkah yang diambil, sebagai wujud nyata kehadiran negara dalam melindungi warganya di mana pun berada.

Baca Juga: Sukamta Nilai Diplomasi Kemlu RI Sejalan Prinsip Hukum Internasional di Kasus Somalia

Lebih jauh, Dave menilai penanganan kasus ini tidak boleh berhenti pada upaya darurat semata.

Pemerintah, kata dia, perlu memperkuat sistem perlindungan jangka panjang bagi WNI yang bekerja di sektor-sektor berisiko tinggi.

Upaya tersebut mencakup pendataan yang lebih ketat, peningkatan pelatihan keselamatan, serta penguatan kerja sama keamanan maritim dengan negara-negara sahabat, khususnya di kawasan Afrika.

Selain itu, Indonesia juga didorong untuk mengambil peran yang lebih aktif dalam forum-forum internasional terkait keamanan maritim.

Baca Juga: Komisi I DPR Minta Kemlu Bertindak Cepat Selamatkan 4 WNI yang Diduga Diculik di Gabon

Dengan keterlibatan yang lebih intens, Indonesia diharapkan dapat memperjuangkan kepentingan nasional sekaligus memastikan perlindungan berkelanjutan bagi WNI di wilayah perairan internasional yang rawan konflik dan kejahatan lintas negara.

“Keselamatan WNI adalah mandat konstitusional yang tidak bisa ditawar. Pemerintah harus bertindak cepat, tegas, dan tetap mengedepankan diplomasi,” tegas Dave.

Ia menambahkan insiden penculikan di Gabon harus menjadi pelajaran penting bahwa perlindungan WNI di luar negeri merupakan bagian integral dari politik luar negeri Indonesia.

Dave menyatakan Komisi I DPR RI akan terus memantau langkah-langkah pemerintah dalam menangani kasus ini dan memastikan negara tidak absen dalam menjalankan kewajibannya melindungi seluruh warga negara Indonesia. (Ykb)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.