Komisi I Dorong Transparansi dalam Pengusutan Kasus Penyiraman Aktivis KontraS

Jakarta, IDM – Komisi I DPR RI mendorong proses pengusutan kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, dilakukan secara transparan dan akuntabel.
Hal ini disampaikan Anggota Komisi I DPR RI Oleh Soleh, sebagai respons atas terungkapnya dugaan keterlibatan oknum aparat dalam peristiwa tersebut.
Menurut Oleh Soleh, keterbukaan dalam penanganan kasus menjadi kunci penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap institusi negara.
Baca Juga: DPR Nilai Penundaan Pengiriman Pasukan ke Gaza sebagai Langkah Diplomatis yang Realistis
Ia menegaskan setiap bentuk kekerasan terhadap aktivis tidak dapat dibenarkan dan harus diproses sesuai hukum yang berlaku.
"Penegakan hukum yang tegas sangat penting, tidak hanya untuk memberikan efek jera, tetapi juga memastikan keadilan bagi korban," tegasnya.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya penegakan hukum yang tegas guna memberikan efek jera sekaligus memastikan keadilan bagi korban.
Baca Juga: DPR Nilai Status Siaga 3 TNI Cerminkan Kesiapsiagaan Adaptif dan Profesional
Dalam pandangannya, proses hukum yang berjalan secara profesional akan menjadi indikator komitmen aparat dalam menjunjung tinggi prinsip demokrasi dan hak asasi manusia.
Komisi I juga mendorong adanya evaluasi internal guna memperkuat sistem pengawasan di lingkungan institusi terkait, sehingga kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Sebelumnya, Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) Mabes TNI Mayjen Yusri Nuryanto mengungkap bahwa empat terduga pelaku berasal dari Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI, yakni Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW, dan Serda ES. (Ykb)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































