Komisi I: Diplomasi dan Pemulihan Trauma Relawan WNI Harus Berjalan Bersamaan

Jakarta, IDM – Komisi I DPR RI menyoroti pentingnya perlindungan lanjutan terhadap sembilan WNI relawan Global Sumud Flotilla yang sempat ditangkap dalam misi kemanusiaan menuju Gaza.
Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Laksono meminta pemerintah memastikan pendampingan psikologis diberikan secara menyeluruh setelah para relawan mengalami tekanan fisik dan mental selama penahanan.
Dave menilai insiden tersebut bukan sekadar persoalan diplomasi, tetapi juga menyangkut aspek kemanusiaan dan perlindungan warga negara.
Ia mengecam tindakan kekerasan yang dilaporkan dialami para relawan dan menegaskan negara harus hadir pascainsiden.
“Kami mendorong pemerintah tidak hanya memastikan kepulangan mereka dengan aman, tetapi juga memberikan dukungan psikologis dan sosial yang menyeluruh agar trauma dapat dipulihkan,” tegas Dave.
Ia mengatakan pemulihan pascatrauma sangat penting agar para relawan tidak mengalami dampak psikologis berkepanjangan. Negara, kata dia, harus memberikan ruang rehabilitasi yang cukup agar korban bisa kembali pulih secara mental.
Baca Juga: Pembebasan 9 WNI dari Penahanan Israel Pertegas Kesiapan Diplomasi Pertahanan RI
Di sisi lain, Dave menyampaikan apresiasi atas keberhasilan diplomasi pemerintah dalam membebaskan para WNI.
Menurutnya, kabar pembebasan tersebut menjadi titik penting dalam upaya perlindungan warga negara di luar negeri.
Komisi I DPR RI, lanjutnya, akan terus mengawasi langkah pemerintah dalam memastikan keamanan WNI, terutama yang berada atau bertugas di wilayah berisiko tinggi dan zona konflik.
“Keselamatan WNI adalah prioritas. Pemulihan trauma dan penguatan diplomasi harus berjalan beriringan,” tandasnya. (Ykb)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































