Komandan Wagner Sebut 20.000 Tentara Rusia Tewas di Bakhmut

Jakarta, IDM – Komandan kelompok tentara bayaran Wagner Rusia, Yevgeny Prigozhin mengungkapkan bahwa sekitar 20.000 tentaranya telah tewas dalam bertempuran di Bakhmut, Ukraina Timur sebalam beberapa bulan terakhir.
Dilansir dari Al Jazeera, Kamis (25/5), pernyataan itu ia sampaikan dalam sebuah video di telegram resminya. Menurutnya, para pasukan yang tewas merupakan narapidana yang dijanjikan akan bebas jika mereka bersedia untuk bertempur di Ukraina. Namun, permasalahan utama muncul di medan tempur karena mereka seringkali dikirim ke garis depan tanpa dibekali latihan yang memadai.
Baca Juga: Ilmuwan Rudal Hipersonik Rusia Diduga Bocorkan Informasi Rahasia ke Cina
Prigozhin juga mengatakan, tujuan operasi khusus Rusia adalah untuk "mendemiliterisasi" Ukraina. Sebab, ancaman menjadi semakin nyata dari negara tetangganya itu setelah bantuan persenjataan tiada henti dari sekutu Barat.
Kendati demikian, ia memperingatkan kemungkinan demonstrasi besar-besaran dari rakyat Rusia yang menuntut pertanggungjawaban atas banyaknya kematian kerabat mereka dalam konflik yang telah berlangsung selama 15 bulan tersebut.
Baca Juga: Norwegia Siap Latih Pilot Ukraina Terbangkan F-16
“Pertama, para prajurit akan membela diri dan setelah itu, orang yang mereka cintai akan bangkit. Sudah ada puluhan ribu dari kerabat dari mereka yang terbunuh," jelasnya.
Sebelumnya, Pemerintah Rusia maupun Wagner mengklaim telah menguasai Bakhmut. Tetapi klaim itu segera di banyak oleh Presiden Ukaina Volodymyr Zelenskyy saat menghadiri KTT G7 2023 di Hiroshima, Jepang. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































