Rabu, 28 Februari 2024

Ilmuwan Rudal Hipersonik Rusia Diduga Bocorkan Informasi Rahasia ke Cina

BACA JUGA

Jakarta, IDM – Pemerintahan Rusia telah menahan seorang direktur lembaga sains terkemuka karena dicurigai melakukan pengkhianatan bersama dua ilmuwan. Mereka diduga secara sengaja membocorkan rahasia teknologi rudal hipersonik Rusia pada Cina.

Dilansir dari Reuters, Kamis (25/5), direktur Siberia’s Khristianovich Institute of Theoretical and Applied Mechanics (ITAM), Alexander Shiplyuk disebut telah menyerahkan sejumlah dokumen rahasia yang menjelaskan material rahasia dari pembuatan rudal canggih Rusia.

Baca Juga: Kapal Induk Terbesar di Dunia Berlayar ke Norwegia, Ada Apa?

Shiplyuk dituduh menyebarkan informasi itu ketika konferensi sains di Cina pada 2017. Namun, laki-laki 56 tahun itu mengaku tak bersalah. Ia berdalih, informasi yang disebut ia bocorkan bukan kategori rahasia dan tersedia secara daring.

Kecurigaan pemerintah Rusia terhadap ilmuwan negaranya ini bukanlah yang pertama kali terjadi. Beberapa pakar lain juga pernah ditangkap karena diduga melakukan hal serupa, yaitu mengkhianati negara.

Baca Juga: Iran Klaim Berhasil Luncurkan Rudal Khaibar dengan Jangkauan 2.000 Km

Menanggapi kejadian ini, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan otoritas keamanan terus mewaspadai kemungkinan kasus yang disebutnya sebagai pengkhianatan terhadap ibu pertiwi. Menurutnya, “Ini adalah pekerjaan yang sangat penting. Ini terjadi terus-menerus dan tidak mungkin diabaikan.”

Sementara itu, Kementerian luar negeri Cina menolak tuduhan bahwa Beijing telah menargetkan ilmuwan Rusia untuk mendapatkan penelitian sensitif. Pihaknya menegaskan hubungan Cina Rusia didasarkan antas prinsip non konfrontasi. (bp)

BERITA TERBARU

EDISI TERBARU

sidebar
ads-custom-5

POPULER