INTERNASIONAL

Kemlu RI Sebut Gencatan Senjata Israel-Hamas Langkah Penting Stop Kekerasan di Gaza

Warga Gaza
Gencatan senjata Israel-Hamas langkah penting stop kekerasan di Gaza. (Foto: Dok. @timesofgaza)

Jakarta, IDM – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyebut gencatan senjata fase pertama merupakan langkah penting menuju penghentian kekerasan yang berkelanjutan di Gaza.

Diketahui, Pemerintah Israel menyetujui kesepakatan gencatan senjata dengan kelompok perlawanan Palestina, Hamas, pada Jumat (10/10) dini hari waktu setempat.

Gencatan senjata tersebut untuk mengakhiri perang di Jalur Gaza serta menjamin pembebasan seluruh sandera yang masih ditahan.

Baca Juga: Pantau Kesepakatan Gencatan Senjata Gaza, AS akan Kirim 200 Pasukan

"Indonesia menyambut baik gencatan senjata fase pertama di Gaza dan penghentian kekerasan secara permanen," ungkap Kemlu RI dalam rilis yang diterima pada Jumat (10/10).

Dalam pernyataannya, Kemlu mengapresiasi Amerika Serikat, Turki, Mesir, dan Qatar atas peran penting mereka dalam memediasi kesepakatan tersebut.

Indonesia menegaskan setiap butir kesepakatan gencatan senjata harus dijalankan dengan penuh iktikad baik oleh seluruh pihak yang terlibat.

Kemlu juga menerangkan pentingnya pembukaan akses kemanusiaan secara luas ke Gaza.

Hal itu mengingat kondisi warga sipil yang semakin memprihatinkan akibat perang berkepanjangan.

Baca Juga: Kabinet Israel Ratifikasi Gencatan Senjata dan Pertukaran Tawanan Gaza

"Diharapkan akses bantuan kemanusiaan segera dibuka secara luas, dan Indonesia siap berpartisipasi aktif dalam mendukung proses rekonstruksi Gaza," ucap Kemlu RI.

Pemerintah juga mendorong masyarakat internasional untuk memanfaatkan momentum gencatan senjata kembali menghidupkan proses perdamaian Palestina-Israel berdasarkan Solusi Dua Negara.

"Indonesia mendorong masyarakat internasional untuk memanfaatkan momentum ini guna memulai kembali proses perdamaian di Palestina berdasarkan Solusi Dua Negara dan mewujudkan berdirinya negara Palestina yang merdeka dan berdaulat, sesuai resolusi serta hukum internasional yang telah disepakati," tandas Kemlu RI. (Ykb)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.