Kemlu RI Peringatkan Penargetan UNIFIL sebagai Kejahatan Perang

Jakarta, IDM - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memperingatkan bahwa penargetan pasukan UNIFIL merupakan kejahatan perang. Hal itu diungkapkan setelah konflik Israel-Hizbullah di Lebanon kembali menewaskan seorang prajurit penjaga perdamaian asal Prancis.
"Indonesia terus menyampaikan kekhawatirannya dengan adanya serangan terus menerus terhadap UNIFIL. Pasukan pemelihara keamanan tidak boleh menjadi sasaran serangan; aksi tersebut dapat dianggap sebagai kejahatan perang," kata Kemlu RI, melansir keterangan tertulis, Senin (20/4).
Baca Juga: Setelah ke Pentagon, Menhan Sjafrie Bertemu Menhan Jepang Bahas Tindak Lanjut Peluang Kerja Sama
Berdasarkan laporan UNIFIL, ia tertembak senjata saat sedang menjalankan misi membersihkan bahan peledak di sepanjang jalan wilayah Ghanduriyah pada 18 April lalu. Presiden Prancis Emmanuel Macron dalam unggahannya di platform X menuding Hizbullah sebagai pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.
Lebih lanjut, Kemlu RI turut menyampaikan belasungkawa dan simpati atas gugurnya prajurit tersebut. Serangan di tengah gencatan senjata selama 10 hari itu merupakan hal yang tidak dapat diterima.
Baca Juga: Satu Prajurit UNIFIL dari Prancis Gugur di Lebanon, Macron Tuding Hizbullah
"Indonesia menyatakan solidaritas bersama Prancis dan negara-negara kontributor pasukan lainnya. Indonesia kembali menegaskan komitmen bersama untuk memperkuat pelindungan bagi pasukan perdamaian PBB, sebagaimana tercermin dalam Pernyataan Bersama tentang Keselamatan dan Keamanan Personel PBB pada 9 April 2026," ujarnya. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































