POLKAM

Kemenko Polkam Tegaskan Aspek Kebermanfaatan dan Keamanan Harus Seimbang

Kemenko Polkam.
Kemenko Polkam tegaskan aspek kebermanfaatan dan keamanan harus seimbang. (Foto: Dok. Kemenko Polkam RI)

Jakarta, IDM – Dalam menjalankan sebuah program, Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) menekankan agar aspek kebermanfaatan dan keamanan harus seimbang.

Pasalnya, kedua aspek tersebut saling terkait demi kepentingan nasional, sehingga perlu menjadi prioritas utama.

Hal itu diungkapkan Deputi Bidang Koordinasi Politik Luar Negeri Kemenko Polkam Duta Besar Mohammad K. Koba dalam Rapat Koordinasi Pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi Bidang Keamanan Terhadap Relawan USPC di wilayah Jawa Timur, Rabu (23/7).

Baca Juga: Respons Ancaman Siber yang Kian Kompleks, Pemerintah Bentuk 43 Tim Tanggap Insiden Siber

“Ada 13 relawan relawan PC (Peace Corps) di Jawa Timur. Tadi kami mendapat laporan dari kepala sekolah, baik sekolah negeri maupun madrasah, mengenai manfaat nyata yang mereka terima dengan adanya native speaker (relawan) untuk mengajar langsung di sekolah mereka,” kata Dubes Koba.

Koba membeberkan rakor ini juga membahas mengenai potensi bahaya atau ancaman keamanan, baik kepada relawan USPC maupun ancaman nasional Indonesia.

Menurut Koba, keberadaan para relawan warga negara asing di wilayah Indonesia ini tentunya juga memiliki potensi kerawanan, baik dari segi keamanan nasional maupun keamanan para relawan selama bertugas di Indonesia.

“Oleh karena itu, pengawasan terhadap program ini menjadi sangat penting,” tegas Koba.

Baca Juga: TNI Bentuk Gugus Tugas Kedaulatan Pangan, Ini Tugasnya

Sebelumnya, Indonesia telah memiliki kerja sama dengan Pemerintah AS dengan adanya Program United States Peace Corps (USPC).

Kerja sama difokuskan pada bidang pendidikan, khususnya dalam bentuk penugasan sejumlah relawan Warga Negara AS untuk mendukung peningkatan kapasitas Guru Bahasa Inggris di sekolah-sekolah tingkat SMP dan SMA di 3 (tiga) provinsi, yaitu Jabar, Jatim, dan NTT.

Program USPC memiliki manfaat khususnya bagi lingkungan sekolah dalam peningkatan kemampuan Bahasa Inggris, sehingga berpeluang meningkatkan prestasi sekolah dan mengenal budaya satu sama lain.

Baca Juga: Berkat Akmil, Letda Inf Admiral Yasser Sofyan Bisa Bersekolah di Inggris dan Jadi Delegasi ke Singapura

Sejak tahun 2019, Kemenko Polkam menginisiasi kegiatan monitoring dan evaluasi di bidang keamanan terhadap Program USPC.

Upaya ini diperkuat dengan dikeluarkannya Standard Operation Procedure (SOP) Monitoring dan Evaluasi Bidang Keamanan terhadap Program USPC pada tahun 2021, sebagai pedoman dalam mengevaluasi hasil program USPC, khususnya dampaknya terhadap keamanan nasional.

Sebagai implementasi dari SOP tersebut, Kemenko Polkam secara rutin melakukan Monev Bidang Keamanan dengan berkunjung langsung ke lokasi penugasan relawan USPC. (Ykb)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.