POLKAM

Kemenko Polkam Perkuat Kerja Sama Pertahanan ASEAN di Bidang Artificial Intelligence

Kemenko Polkam.
Kemenko Polkam perkuat kerja sama dengan terlibat aktif dalam perencanaan dan pembentukan kolaborasi pertahanan di ASEAN dalam tiga bidang. (Foto: Dok. Kemenko Polkam RI)

Jakarta, IDM – Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) perkuat kerja sama dengan terlibat aktif dalam perencanaan dan pembentukan kolaborasi pertahanan di ASEAN dalam tiga bidang.

Adapun bidang tersebut, yakni Artificial Intelligence (AI), infrastruktur kritikal bawah laut, dan penataan kelompok kerja bersama ASEAN Defence Ministers Meeting (ADMM).

Asdep Kerja Sama ASEAN Kemenko Polkam, Abdullah Zulkifli menerangkan tim Kemenko Polkam turut serta dalam The 4th Strategy Paper Workshop on “A Future-Ready ADMM and ADMM-Plus” pada 29-30 Juli di Singapura.

Baca Juga: Kadispenal: Menanda Putra Duta Lulusan Tionghoa Pertama di AAL, Peraih Adhi Makayasa

Kegiatan tersebut diikuti oleh negara-negara anggota ASEAN, Timor Leste (observer), dan Sekretariat ASEAN. Kegiatan dipimpin bersama oleh Singapura dan Brunei Darussalam.

“Kemenko Polkam selaku Koordinator Pilar Politik dan Keamanan ASEAN melaksanakan koordinasi dan sinkronisasi kebijakan pada ADMM sebagai badan sektoral pilar Polkam,” ungkap Zulkifli, dalam rilis yang diterima, Kamis (31/7).

Zulkfili menyebut pertemuan membahas mengenai prinsip-prinsip kerja sama pertahanan yang terkait dengan AI dan infrastruktur kritikal bawah laut.

Prinsip-prinsip seperti ASEAN centrality, berbasis hukum internasional, dan akuntabel muncul menjadi prinsip yang penting bagi kerja sama tersebut.

Baca Juga: TNI Terlibat dalam Operasi Penertiban Pertambangan Tanpa Izin

“Prinsip lain di antaranya transparancy and explainability; human centricity and accountability; security, safety, and robustness; hingga fairness, equity, and data governance,” ungkapnya.

Zulkifli menerangkan di dalam workshop tersebut juga membahas Protocol Paper terkait ADMM-Plus EWG dan Enhanced EWG Observership Programme. Protocol Paper akan disahkan pada ADSOM pada September 2025 mendatang.

“Melalui implementasi Protocol Paper ini, diharapkan akan disusun prioritas kerja sama pertahanan yang lebih siap untuk menjawab tantangan masa depan ASEAN,” tandas Zulkifli. (Ykb)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.