POLKAM

Kemenko Polkam Perkuat Deteksi Dini Potensi Gangguan Jelang Libur Lebaran

Wamenko Polkam Lodewijk F. Paulus.
Wamenko Polkam Lodewijk F. Paulus. (Foto: Dok. Kemenko Polkam RI)

Jakarta, IDM – Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) memperkuat langkah antisipatif menjelang rangkaian libur panjang Hari Raya Nyepi dan Idulfitri 2026.

Seluruh unsur pemerintah pusat dan daerah diminta meningkatkan deteksi dini serta respon cepat guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Letjen TNI (Purn.) Lodewijk F. Paulus saat memimpin Rapat Koordinasi Persiapan Pengamanan Lebaran di kantor Kemenko Polkam, Jakarta.

Baca Juga: Menko Polkam Tegaskan Negara Tak akan Tinggalkan WNI di Wilayah Konflik

Dalam rapat tersebut, pemerintah menekankan pentingnya menjaga stabilitas keamanan nasional sekaligus memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal selama periode Ramadan hingga Idulfitri.

Selain aspek keamanan, pemerintah juga memastikan kesiapan sektor logistik, energi, serta mitigasi bencana yang berpotensi terjadi selama masa libur panjang.

“Kami memastikan ketersediaan dan keterjangkauan kebutuhan pokok serta bahan bakar, memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, serta menjamin kelancaran mobilitas masyarakat selama rangkaian Perayaan Hari Suci Nyepi dan Hari Raya Idulfitri 2026,” ujar Lodewijk.

Baca Juga: Presiden Prabowo Tegaskan Perang Melawan Korupsi, Negara Tak Boleh Kalah dari Perampok Rakyat

Ia menegaskan pengamanan arus mudik dan arus balik menjadi salah satu fokus utama pemerintah, mengingat mobilitas masyarakat diperkirakan meningkat signifikan.

Maka itu, seluruh pemangku kepentingan diminta memperkuat koordinasi dan kolaborasi agar pengamanan transportasi, pengendalian lalu lintas, serta pelayanan masyarakat dapat berjalan optimal.

“Kita harus menekan angka kejahatan, pelanggaran lalu lintas, tingkat kecelakaan, dan korban jiwa selama periode mudik dan balik,” tegasnya.

Baca Juga: Lepas Tim Liputan Mudik 2026, Kemenko Polkam: Perkuat Sinergi Pemerintah dan Media Jaga Arus Lebaran

Melalui rapat koordinasi lintas kementerian dan lembaga ini, pemerintah berharap kesiapan seluruh pihak semakin solid dalam menghadapi berbagai potensi kerawanan yang mungkin muncul selama Ramadan hingga Idulfitri 2026.

Rapat koordinasi tersebut dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara, di antaranya Wakil Menteri Dalam Negeri, Wakil Menteri Perhubungan, Wakil Menteri Komunikasi Digital, Wakil Menteri Kesehatan, Kepala BSSN, Kepala BNPT, serta Kepala Staf Kepresidenan.

Kemudian Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Kepala BP BUMN, Kepala BMKG, Wakil Panglima TNI, Wakapolri, Wakil Kepala BIN, Kabais TNI, Asops Panglima TNI, Astamaops Kapolri, Kabaintelkam Polri, Kakorlantas Polri, serta pimpinan BUMN strategis seperti Pertamina dan PLN. (Ykb)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.