POLKAM

Kemenko Polkam Gebrak Industri Pertahanan, Indonesia Tak Boleh Selamanya jadi Tukang Rakit Alutsista!

Kemenko Polkam
Kemenko Polkam tak ingin selamanya jadi tukang rakit alutsista. (Foto: Dok. Kemenko Polkam)

Jakarta, IDM – Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) mendorong transformasi besar-besaran industri pertahanan nasional agar Indonesia tidak lagi sekadar menjadi negara yang memiliki kemampuan perakitan alat utama sistem persenjataan (alutsista).

Lebih dari itu, Indonesia juga diharapkan mampu menguasai teknologi mutakhir hingga sektor hulu.

Dorongan itu mengemuka dalam Rapat Koordinasi Penyusunan Rekomendasi Penguatan Industri Pertahanan Nasional di Jakarta.

Forum ini menjadi bagian dari rangkaian pembahasan lintas kementerian dan lembaga untuk merumuskan kebijakan penguatan industri pertahanan dalam memenuhi kebutuhan peralatan pertahanan dan keamanan nasional.

Baca Juga: Tinjau Penanganan Gempa NTT, Presiden Pastikan Distribusi Bantuan Tepat Sasaran hingga Salurkan Rp200 Miliar

Asisten Deputi Koordinasi Kekuatan, Kemampuan, dan Kerja Sama Pertahanan Kemenko Polkam, Brigjen TNI (Mar) Kresno Pratowo, membeberkan pembangunan kekuatan pertahanan Indonesia membutuhkan perubahan mendasar, terutama dalam aspek penguasaan teknologi dan kemandirian industri.

“Pembangunan kekuatan pertahanan negara saat ini membutuhkan transformasi fundamental. Kita tidak boleh lagi berada pada posisi sekadar memiliki kapasitas perakitan (assembling), melainkan harus bertransformasi menuju penguasaan teknologi mutakhir dan kemandirian sektor hulu, " ujarnya.

Kresno menjelaskan penguatan industri pertahanan tidak cukup hanya diukur dari kemampuan Indonesia memproduksi atau merakit produk pertahanan.

Baca Juga: Tinjau Penanganan Karhutla di Riau, Presiden Prabowo Tekankan Sistem Pencegahan Permanen

Tantangan yang lebih besar adalah membangun ekosistem industri yang mampu menguasai teknologi inti, mengembangkan komponen strategis, serta memperkuat kapasitas produksi dalam negeri.

Transformasi yang didorong Kemenko Polkam menjadi penting di tengah kebutuhan Indonesia untuk membangun kekuatan pertahanan yang mandiri dan berkelanjutan.

Kemampuan assembling memang dapat menjadi bagian dari rantai produksi alutsista.

Namun, ketergantungan terhadap teknologi, komponen, maupun material dari luar negeri dapat menjadi persoalan strategis apabila Indonesia tidak memiliki kapasitas industri di sektor hulu.

Maka dari itu, penguatan industri pertahanan diarahkan tidak hanya pada produk akhir, tetapi juga pada kemampuan teknologi yang menopang produksi.

Baca Juga: Demo di DPR, Menko Polkam Djamari: Pergerakan Kelompok Perusuh Sudah Dipantau!

Dengan penguasaan teknologi mutakhir, industri pertahanan nasional diharapkan mampu memiliki posisi yang lebih kuat dalam memenuhi kebutuhan TNI dan institusi keamanan lainnya sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan eksternal.

Adapun penguatan sektor hulu menjadi salah satu kunci dalam membangun industri pertahanan yang berkelanjutan.

Ketika kemampuan teknologi inti, komponen, riset, dan pengembangan dapat diperkuat di dalam negeri, Indonesia memiliki peluang lebih besar untuk membangun rantai pasok pertahanan yang semakin mandiri.

Langkah ini sekaligus dapat memperkuat keterhubungan antara kebutuhan pertahanan negara dengan kapasitas industri nasional.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.