POLKAM

Kemenko Polkam Bangun Pertahanan Berlapis Hadapi Ancaman Kejahatan Siber Lintas Negara

Kemenko Polkam bangun
Kemenko Polkam bangun pertahanan berlapis hadapi ancaman kejahatan siber lintas negara. (Foto: Dok. Kemenko Polkam)

Jakarta, IDM – Ancaman terhadap keamanan nasional kini tidak hanya datang dari konflik konvensional, tetapi juga dari kejahatan siber dan transnasional yang memanfaatkan kerentanan sosial masyarakat.

Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) langsung memperkuat langkah pencegahan keberangkatan PMI nonprosedural sebagai bagian dari strategi pertahanan berlapis negara.

Baca Juga: Ancaman Bawah Laut Meningkat, Kemenko Polkam Dorong Modernisasi Deteksi Maritim Nasional

Deputi Bidang Koordinasi Politik Luar Negeri Kemenko Polkam Mohammad K. Koba mengatakan jaringan online scam internasional telah berkembang menjadi ekosistem kriminal yang memadukan penipuan digital, perdagangan orang, pencucian uang, hingga eksploitasi tenaga kerja.

Fenomena tersebut, menurutnya, menuntut pendekatan keamanan yang tidak hanya mengandalkan penegakan hukum, tetapi juga penguatan ketahanan masyarakat dan kerja sama internasional.

"Ancaman yang kita hadapi saat ini bersifat lintas batas, memanfaatkan teknologi digital, dan menyasar kelompok masyarakat yang rentan. Karena itu, seluruh instrumen negara harus bergerak secara terintegrasi," ujarnya.

Pembentukan Desk Koordinasi Pelindungan PMI oleh Menko Polkam menjadi langkah strategis untuk mengintegrasikan kebijakan pusat dan daerah dalam menghadapi ancaman tersebut.

Baca Juga: Indonesia Pimpin 68 Negara di Dewan HAM PBB, Dorong Pangan Bergizi bagi Anak

Selain melindungi warga negara, langkah ini juga bertujuan menjaga ketahanan sosial, stabilitas ekonomi keluarga, serta mencegah berkembangnya jaringan kriminal yang dapat merugikan kepentingan nasional.

"Pelindungan PMI adalah bagian dari upaya menjaga ketahanan nasional. Ketika masyarakat terlindungi dari eksploitasi dan kejahatan lintas negara, maka fondasi keamanan bangsa juga semakin kuat," pungkas Koba.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.