Kanada akan Kirim Lebih dari 800 Drone SkyRanger R70 ke Ukraina

Jakarta, IDM - Menteri Pertahanan Kanada Bill Blair mengatakan pihaknya akan menyumbangkan lebih dari 800 sistem udara nirawak (drone) multi-misi SkyRanger R70 ke Ukraina untuk membantu mempertahankan diri dalam konflik bersenjata yang telah berlangsung selama hampir dua tahun dengan Rusia.
"Kanada berdiri teguh bersama Ukraina dalam membela kebebasan dan demokrasi. Melalui koordinasi dengan sekutu dan mitra kami, kami akan terus memberikan bantuan militer kepada Ukraina yang diperlukan untuk berperang dan memenangkan perang ini," kata Blair melansir Canada.ca, laman resmi pemerintah Kanada, Selasa (20/2).
Baca Juga: Iran Luncurkan Dua Sistem Pertahanan Udara Baru
"Pengumuman hari ini memastikan bahwa Ukraina memiliki drone yang diperlukan untuk mendeteksi dan mengidentifikasi target yang penting bagi perjuangan Ukraina yang sedang berlangsung,” tambahnya.
Ratusan drone itu diproduksi oleh Teledyne FLIR yang bernilai lebih dari C$95 juta ($70,44 juta). Dengan sistem navigasi otomatis dan otonom, drone ini mampu membawa muatan hingga 3,5 kilogram, termasuk sistem kamera untuk mendeteksi target dan amunisi.
Baca Juga: Mesir Tegaskan Tidak Bangun Fasilitas Pengungsian Bagi Warga Gaza di Perbatasan
Kemampuan multi-misi SkyRanger R70 juga akan membantu pasukan Ukraina dalam mengenali individu, kendaraan, dan sumber panas apa pun dari jarak jauh, terutama dalam kondisi gelap dan cuaca buruk. Drone rencananya akan mulai dikirim pada bulan Maret mendatang. (bp)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































