Jumlah Korban Tewas di Lebanon Capai 3000 Orang

Jakarta, IDM – Serangan Israel terhadap Lebanon telah menewaskan lebih dari 3.000 orang sejak konflik pecah pada tahun lalu antara Hizbullah dan Israel di sepanjang wilayah perbatasan.
Dilansir dari Al Jazeera, Selasa (5/11), Kementerian Kesehatan Publik Lebanon mengungkapkan bahwa 3.002 orang telah tewas dan 13.492 orang lainnya terluka selama 13 bulan konflik. Sebanyak 589 wanita dan 185 anak-anak di diantaranya tewas.
Baca Juga: AS Desak Israel Tingkatkan Bantuan Kemanusiaan di Gaza
Sementara menurut UNICEF, Badan PBB khusus urusan anak-anak, melaporkan setidaknya satu anak terbunuh setiap harinya di Lebanon selama bulan lalu.
“Sejak 4 Oktober tahun ini, setidaknya satu anak meninggal dan 10 anak terluka setiap harinya.Ribuan anak lainnya yang selamat dari pemboman terus-menerus selama berbulan-bulan tanpa cedera fisik kini sangat tertekan oleh kekerasan dan kekacauan di sekitar mereka,” kata Direktur Eksekutif UNICEF Catherine Russell. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































