Jubir: Warga Iran Tak Akan Biarkan Pimpinan Tertinggi Khamenei Terluka

Jakarta, IDM - Juru bicara pemerintahan Iran Fatemeh Mohajerani menegaskan bahwa masyarakat Iran tak akan membiarkan pemimpin revolusi Islam dan pimpinan tertinggi Iran Ayatollah Seyyed Ali Khamenei terluka.
Dilansir dari Irna.ir, Rabu (2/7), Fatemeh menyebut Israel tidak memahami budaya Iran dan rakyatnya, yang senantiasa mencegah musuh membiarkan Khamenei menderita.
“Israel mengandalkan perang agresi dan pembunuhan personel keamanan dan komandan militer Iran untuk memicu kekacauan di seluruh negeri,” ucapnya.
Baca Juga: Iran Tegaskan Tak akan Stop Program Energi Nuklir
Namun, kata Fatemeh, Israel gagal menyadari bahwa Iran tidak akan membiarkan musuh asing mengganggu mereka, khususnya Khamenei.
Ia juga mengatakan bahwa tindakan rezim Israel terhadap Iran merupakan kejahatan menurut hukum internasional.
Oleh karena itu, pemerintah Iran tengah mengajukan keluhan kepada Dewan Keamanan PBB dan organisasi hak asasi manusia usai agresi dilakukan Israel.
Baca Juga: Di Tengah Rencana Gencatan Senjata Israel-Hamas, Gaza Masih Terus Dibombardir
Terkait keadaan nuklir Iran setelah serangan AS-Israel, Fatemeh mengakui bahwa fasilitas nuklir Iran telah rusak parah.
Adapun akibat perang dengan Israel, sebanyak 5.646 orang terluka, dan 935 orang kehilangan nyawa, termasuk 140 wanita dan anak-anak. (ykb)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































