Istana Beberkan Alasan Prabowo Ingin Bentuk Reformasi Polri

Jakarta, IDM – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi membeberkan alasan Presiden Prabowo Subianto ingin membentuk Tim Reformasi Kepolisian.
Prasetyo menuturkan bahwa memang perlu adanya perbaikan di tubuh Polri.
"Keinginan beliau adalah tentunya kan kita semua sangat mencintai institusi kepolisian, tetapi tentunya ada beberapa hal yang mungkin perlu dilakukan perbaikan, evaluasi, dan itu biasa untuk seluruh institusi,” ucap Pras usai pelantikan kabinet di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (17/9).
Baca Juga: Presiden Prabowo Tunjuk Angga Raka Prabowo sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah
“Nah keinginan beliau adalah membuat Komite Reformasi kepolisian ditunggu, sedang disusun," tambahnya.
Namun, Pras belum mengungkapkan siapa sosok yang akan memimpin Tim Reformasi Kepolisian. Pras menuturkan hingga saat ini belum ada ketua yang ditunjuk.
"Belum, belum ada yang ditunjuk sebagai ketua," tutur Prasetyo.
Terkait kapan tim reformasi kepolisian bakal beroperasi, Pras memastikan akan dilaksanakan pada minggu ini.
"Tunggu, Insya Allah dalam minggu ini," pungkasnya.
Diketahui, Presiden RI Prabowo Subianto segera membentuk tim atau komisi reformasi kepolisian. Pembentukan tim sebagai tindak lanjut dari kepala negara terhadap tuntutan mereformasi kepolisian.
Baca Juga: Usai dari Qatar dan UEA, Presiden Prabowo Cek Lokasi Bencana Banjir di Bali
Rencana pembentukan komisi reformasi kepolisian diungkapkan Prabowo saat melakukan dialog terbuka bersama tokoh-tokoh dari Gerakan Nurani Bangsa (GNB) di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (11/9).
Ketua Majelis Pertimbangan Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), Pendeta Gomar Gultom menerangkan tuntutan reformasi kepolisian langsung direspons baik oleh Prabowo.
“Tadi juga disampaikan oleh Gerakan Nurani Bangsa perlunya evaluasi dan reformasi kepolisian yang disambut juga oleh pak presiden akan segera membentuk tim atau komisi reformasi kepolisian. Saya kira ini juga atas tuntutan dari masyarakat yang cukup banyak,” ungkap Pendeta Gultom. (ykb)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































