Israel Terus Lakukan Serangan, Hamas Sebut Ancam Kesepakatan Damai

Jakarta, IDM – Hamas mengatakan bahwa pelanggaran yang dilakukan Israel berisiko mengancam gencatan senjata di Gaza maupun kelanjutan menuju fase kedua kesepakatan damai tersebut.
Melansir Al Jazeera, Selasa (16/12), hal itu diungkapkan oleh Kepala Hamas di Gaza, Khalil al-Hayya. Sebelumnya, ia juga mengonfirmasi tewasnya komandan senior Raed Saad akibat serangan Pasukan Bersenjata Israel (IDF) di Gaza.
Baca Juga: Presiden Prabowo Pastikan Penanganan Korban Kecelakaan Mobil SPPG Berjalan Optimal
“Pelanggaran Israel yang terus berlanjut terhadap kesepakatan gencatan senjata dan pembunuhan terbaru yang menargetkan Saad dan lainnya mengancam keberlangsungan kesepakatan tersebut,” kata al-Hayya.
Adapun, fase pertama gencatan senjata yang disepakati pada Oktober lalu itu mewajibkan penghentian konflik, pertukaran tawanan dan dibukanga akses untuk mendistribusikan bantuan kemanusiaan.
Setelah semua syarat itu terpenuhi, fase kedua, yang mencakup penarikan pasukan Israel, pelucutan senjata Palestina, dan pengakhiran perang secara resmi, dapat dimulai.
Baca Juga: Israel Tewaskan Komandan Hamas, Tuduh Langgar Gencatan Senjata
Namun, Israel terus menyerang Gaza setiap hari, melakukan hampir 800 serangan sejak berlakunya kesepakatan. Sementara itu, Israel menunggu dipulangkannya jenazah tawanan terakhir, Ran Gvili, yang juga dijadikan syarat untuk beralih ke fase kedua.
Sementara, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menuduh Hamas yang lebih dulu melanggar kesepakatan dan tidak menghormati prinsip perdamaian dalam proposal damai dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































