Israel Siap Gencatan Senjata Permanen Jika Hamas Menyerah

Jakarta, IDM – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut pihaknya siap gencatan senjata permanen di Jalur Gaza, dengan syarat Gaza harus sepenuhnya didemiliterisasi.
Hal itu disampaikan Netanyahu dalam pesan video dari Washington di tengah kunjungannya ke Amerika Serikat.
"Pada awal gencatan senjata, kami akan memasuki negosiasi untuk mengakhiri perang secara permanen, yaitu, gencatan senjata permanen," ungkap Netanyahu seperti dikutip Xinhua, Jumat (11/7).
Baca Juga: Hadapi Ancaman Korut, Korsel, AS dan Jepang Gelar Latihan Gabungan
Netanyahu mengemukakan syarat utama dari kesepakatan gencatan senjata ialah pelucutan senjata Hamas, dan penghapusan kemampuan militer dan pemerintahan kelompok tersebut.
"Untuk mencapai itu, hal itu harus dilakukan dengan syarat-syarat dasar yang telah kami tetapkan: Hamas harus meletakkan senjatanya, Gaza harus didemiliterisasi, dan Hamas tidak boleh lagi memiliki kemampuan pemerintahan atau militer apa pun," tutur dia.
Netanyahu juga membeberkan proposal yang diajukan oleh utusan khusus AS untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, mencakup gencatan senjata selama 60 hari, dan pembebasan 10 sandera yang masih hidup serta sejumlah sandera yang sudah meninggal.
Baca Juga: Presiden Iran Tuntut Badan Pengawas Nuklir PBB Stop Standar Ganda
Dari total sekitar 50 sandera yang masih ditahan di Gaza, diperkirakan hanya 20 yang masih hidup.
Serangan Israel telah merusak sebagian besar wilayah Gaza dan menyebabkan lebih dari 57.000 korban jiwa, menurut otoritas kesehatan setempat.
Terkini, serangan udara Israel menewaskan 15 anak-anak dan perempuan di Deir al-Balah, Gaza tengah. Puluhan orang lainnya dilaporkan terluka dalam insiden yang terjadi saat mereka sedang mengantre bantuan pangan. (Ykb)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































