Israel Ingin Pasukannya Tetap di Gaza, Perundingan Gencatan Senjata Mandek

Jakarta, IDM – Perundingan gencatan senjata antara kelompok Hamas dan Israel terhambat, lantaran Israel bersikukuh mempertahankan pasukannya di wilayah Palestina.
Dua sumber Palestina yang mengetahui perundingan tersebut mengatakan, Hamas maupun Israel telah sepakat untuk membebaskan 10 sandera hidup yang masih ditawan. Syaratnya jika kesepakatan gencatan senjata 60 hari tercapai.
Baca Juga: Presiden Ukraina Sebut AS akan Lanjut Kirim Pasokan Senjata
Namun, seorang sumber Palestina menuturkan penolakan Israel untuk menarik semua pasukannya dari Gaza menghambat kemajuan dalam mencapai kesepakatan.
"Negosiasi di Doha menghadapi kemunduran dan kesulitan yang kompleks karena desakan Israel, hingga Jumat, untuk menyajikan peta penarikan, yang sebenarnya merupakan peta penempatan ulang dan reposisi tentara Israel, alih-alih penarikan yang sesungguhnya," ucap sumber Palestina, dilansir dari AFP, Minggu (13/7/2025).
Sumber tersebut juga mengatakan sekitar 40 persen wilayah Gaza tetap berada di bawah kendali Israel, termasuk seluruh wilayah selatan Rafah dan wilayah-wilayah lain di Gaza utara dan timur.
Terkini, petugas medis di Gaza mengatakan 17 orang yang tengah meminta bantuan pangan tewas ketika pasukan Israel melepaskan tembakan, pada Sabtu (12/7).
Baca Juga: Cina Siap Tandatangani Traktat Bebas Nuklir ASEAN
Kejadian tersebut merupakan penembakan massal terbaru di sekitar sistem distribusi bantuan yang didukung AS, yang menurut PBB telah mengakibatkan 800 orang tewas dalam enam minggu terakhir.
Militer Israel mengeklaim pasukannya telah melepaskan tembakan peringatan. Namun, saksi mata yang berbicara kepada Reuters menyebut pasukan Israel menembakkan peluru ke warga Gaza di bagian kepala dan dada. (Ykb)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































