Israel Cegat Armada Global Sumud, DPR Desak PBB Turun Tangan

Jakarta, IDM - Anggota Komisi I DPR RI, Syamsu Rizal alias Deng Ical, mengecam keras tindakan militer Israel yang mencegat dan menangkap armada Global Sumud yang tengah membawa bantuan untuk rakyat Palestina di Gaza.
Deng Ical meminta negara PBB turun tangan dan mendesak Israel membuka blokade bantuan kemanusiaan.
Deng Ical menilai tindakan Israel tersebut merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional dan prinsip kemanusiaan.
Baca Juga: Israel Blokade Armada Kemanusiaan ke Palestina Sejak 2009
Armada Global Sumud diketahui berlayar dengan misi kemanusiaan, membawa bantuan medis, pangan, dan kebutuhan pokok bagi warga Gaza yang hingga kini masih hidup di bawah blokade ketat Israel.
“Ini bukan hanya serangan terhadap kapal, tetapi serangan terhadap nilai-nilai kemanusiaan. Para aktivis dan awak kapal harus segera dibebaskan, dan Israel harus membuka blokade agar bantuan bisa sampai kepada rakyat Gaza yang sangat membutuhkan,” tegas Deng Ical.
Deng Ical menyerukan agar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) segera turun tangan, mendesak Israel menghentikan blokade Gaza, dan menjamin keselamatan para aktivis internasional yang ditahan.
Baca Juga: Mesir Dorong Hamas untuk Terima Proposal Trump Terkait Gaza
Menurutnya, jika PBB gagal bertindak, maka kredibilitas lembaga internasional tersebut akan semakin dipertanyakan.
“PBB tidak boleh tinggal diam. Sudah saatnya PBB menunjukkan keberpihakan nyata pada kemanusiaan, bukan hanya sekadar pernyataan. Israel harus didesak membuka blokade Gaza tanpa syarat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Deng Ical mendorong negara-negara anggota PBB yang selama ini konsisten mendukung kemerdekaan Palestina untuk mengambil langkah konkret dan kolektif.
Baca Juga: 21 Prajurit Satgas MTF TNI Konga XXVIII-P/UNIFIL Naik Pangkat di Perairan Mediterania
Ia menekankan dukungan politik saja tidak cukup, melainkan harus diwujudkan melalui upaya nyata di forum internasional maupun dalam tekanan diplomatik kepada Israel.
“Kita harus mengingat bahwa kemerdekaan Palestina adalah cita-cita bersama bangsa-bangsa yang menjunjung tinggi keadilan. Negara-negara yang mendukung Palestina harus segera bergerak, bersatu, dan mengambil langkah konkret untuk mewujudkan kemerdekaan Palestina,” papar Deng Ical.
Deng Ical menyebut tindakan Israel sudah harus dipisahkan dengan konflik Palestina. Tindakan tersebut melanggar Konvensi Jenewa, mengangkangi hukum humaniter internasional, Piagam PBB. Resolusi PBB, dan aturan lainnya. (Ykb)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































