INTERNASIONAL

Iran Tegaskan Upaya Damai Harus Mencakup Jaminan Perang Tak akan Kembali Terjadi

Menlu Iran Abbas Araghchi.
Menlu Iran Abbas Araghchi. (Foto: Dok. Irna.ir)

Jakarta, IDM – Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi mengatakan bahwa setiap upaya untuk mengakhiri perang yang sedang berlangsung dengan AS-Israel harus mencakup jaminan guna mencegah serangan kembali terjadi.

Araghchi menyampaikan hal itu saat berbincang melalui telepon dengan Menlu Inggris Yvette Cooper. “Jalan menuju normalisasi kondisi adalah penghentian serangan-serangan ini. Penghentian perang harus disertai dengan jaminan untuk mencegah terulangnya agresi semacam itu,” kata Araghchi melansir AA, Jumat (20/3).

Baca Juga: Serangan Israel ke Lebanon Tewaskan Lebih Dari 1.000 Orang

Ia memperingatkan agar Inggris maupun negara-negara lain tidak memberikan dukungan apa pun kepada AS maupun Israel selama eskalasi berlangsung. “Tindakan seperti itu hanya akan meningkatkan situasi dan membuat kondisi lebih rumit,” katanya.

Araghchi pun meminta Inggris untuk menahan diri dari kerja sama dengan kedua negara itu di bidang militer maupun media, yang dianggap menyebabkan propaganda. Terkait keputusan Inggris yang mengizinkan penggunaan pangkalan militer kepada AS, ia mengatakan: “Tindakan ini tentu akan dianggap sebagai partisipasi dalam agresi dan akan tercatat dalam sejarah hubungan bilateral.”

“Pada saat yang sama, kami tetap memiliki hak inheren untuk membela kedaulatan dan kemerdekaan negara kami,” tambahnya.

Araghchi juga mengkritik sikap Inggris dan beberapa negara Eropa lainnya. Ia menekankan, Iran diserang saat sedang melakukan diplomasi dan serangan gabungan AS-Israel menewaskan lebih dari 170 siswa sekolah dasar di Iran.

Baca Juga: Taiwan Tolak Tawaran Reunifikasi Cina untuk Jaminan Keamanan Energi

“Kami menghormati kedaulatan negara-negara tetangga dan tidak berniat menyerang mereka. Namun, sayangnya, pangkalan AS di negara-negara tersebut digunakan untuk menyerang kami, dan negara-negara tersebut gagal memenuhi tanggung jawab internasional mereka untuk mencegah penggunaan wilayah mereka untuk serangan terhadap Iran,” tegasnya.

Sementara, Cooper menyerukan diakhirinya perang dan pengurangan ketegangan regional. Ia juga menyatakan keprihatinan atas dampak politik dan ekonomi dari konflik tersebut pada skala regional dan global, termasuk ketegangan di Selat Hormuz. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.