Iran Tegas Takkan Buka Selat Hormuz karena Hal Ini

Jakarta, IDM – Iran menegaskan tidak akan membuka kembali Selat Hormuz sampai Amerika Serikat (AS) memenuhi komitmennya berdasarkan Nota Kesepahaman (MoU) yang ditandatangani oleh kedua belah pihak.
Melansir IRNA, Selasa (18/8), Ketua Parlemen Mohammad Bagher Qalibaf menyatakan, pihaknya akan menggunakan cara diplomatik maupun militer agar Washington "memahami konsekuensi dari tindakannya".
Baca Juga: Iran Optimis Perundingan dengan Oman soal Hormuz Segera Capai Kesimpulan
"Saya tegaskan: selama AS belum memenuhi komitmennya dalam nota kesepahaman tersebut termasuk mencabut blokade, melepas aset yang dibekukan, mencabut sanksi minyak, menghentikan ancaman dan operasi militer di semua lini, serta melaksanakan ketentuan lain yang disepakati dalam nota tersebut, selat itu tidak akan dibuka kembali," ujarnya.
Qalibaf, yang juga menjabat sebagai ketua tim negosiasi Iran dalam perundingan dengan AS, mengatakan bahwa Teheran mengedepankan apa yang ia sebut sebagai "kekuatan logika dan logika kekuatan" melalui koordinasi antara bidang diplomatik dan militer.
"Republik Islam Iran siap, secara proporsional dengan tindakan dan agresi musuh, untuk memberikan kekalahan yang jauh lebih telak kepada mereka," imbuhnya.
Baca Juga: UNIFIL Catat Serangan Militer Israel Meningkat di Lebanon Selatan
Iran dan AS menandatangani MoU pada bulan Juni melalui mediasi Pakistan dan Qatar, yang mengakhiri konflik dan membuka ruang negosiasi untuk mencapai kesepakatan komprehensif dalam kurun waktu 60 hari.
Namun, perundingan itu terhenti terutama karena adanya perselisihan mengenai interpretasi dan implementasi MoU khususnya terkait pengaturan pelayaran melalui Selat Hormuz, sebuah jalur vital bagi ekspor minyak dunia.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































