INTERNASIONAL

Iran Sebut Tindakan AS jadi Penyebab Kebuntuan Negosiasi

Bendera AS dan Iran
Bendera AS dan Iran (Foto: Dok. Iran Press)

Jakarta, IDM – Iran menyatakan bahwa pihaknya tidak akan tunduk terhadap intimidasi Amerika Serikat (AS). Iran juga menyalahkan AS atas kebuntuan negosiasi antara keduanya.

Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf menekankan, tidak akan ada gencatan senjata penuh antara kedua negara jika blokade angkatan laut AS terhadap Iran terus berlanjut.

Dalam tanggapan pertamanya sejak Presiden AS Donald Trump mengumumkan akan memperpanjang gencatan senjata AS-Iran, Ghalibaf mengisyaratkan bahwa Teheran tidak akan menyerah pada tuntutan Washington karena blokade tersebut.

Baca Juga: AS-Iran Perpanjang Gencatan Senjata, Sekjen PBB Dorong Perdamaian Permanen

“Gencatan senjata total hanya masuk akal jika tidak dilanggar oleh blokade maritim dan penyanderaan ekonomi dunia,” tulis Ghalibaf melansir platform X miliknya, Kamis (23/4).

"Pembukaan Selat Hormuz tidak mungkin dilakukan dengan pelanggaran berat terhadap gencatan senjata. Mereka tidak mencapai tujuan mereka melalui agresi militer, dan mereka tidak akan mencapainya melalui intimidasi. Satu-satunya cara adalah menerima hak-hak rakyat Iran," tegas Ghalibaf, yang juga negosiator utama Iran dalam perundingan damai.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian turut menyatakan hal serupa. Menurutnya, faktor penting dalam perundingan damai bukahlah tekanan melainkan diplomasi.

"Iran menyambut baik dialog dan kesepakatan, dan terus melakukannya. Pelanggaran komitmen, blokade, dan ancaman adalah hambatan utama bagi negosiasi yang tulus. Dunia melihat retorika munafik Anda yang tak berkesudahan dan kontradiksi antara klaim dan tindakan," kata Pezeshkian melalui platform X.

Baca Juga: Inggris dan Puluhan Negara akan Bahas Langkah Militer Terkait Selat Hormuz

Trump tidak menetapkan batas waktu perpanjangan gencatan senjata, tetapi menurutnya blokade angkatan laut terhadap Iran akan terus berfungsi sebagai alat tawar-menawar untuk perundingan di masa mendatang.

“Orang-orang mendekati saya empat hari yang lalu, mengatakan, ‘Tuan, Iran ingin membuka Selat, segera.’ Tetapi jika kita melakukan itu, tidak akan pernah ada kesepakatan dengan Iran, kecuali kita menghancurkan seluruh negara mereka, termasuk para pemimpin mereka,” tulis Trump melalui platform Truth Social.

Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt turut membantah laporan yang mengklaim bahwa Trump telah menetapkan batas waktu spesifik hingga lima hari untuk gencatan senjata. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.