INTERNASIONAL

Iran Putuskan untuk Berhenti Serang Negara Tetangga

Presiden Iran Masoud Pezeshkian
Presiden Iran Masoud Pezeshkian (Foto: Dok. Source. Irna.ir)

Jakarta, IDM – Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan bahwa Dewan Sementara Iran telah memutuskan untuk berhenti meluncurkan serangan rudal ke negara-negara tetangga kecuali serangan tersebut berasal dari wilayah mereka.

“Dewan kepemimpinan sementara kemarin menyetujui bahwa negara-negara tetangga tidak boleh lagi menjadi sasaran dan rudal tidak boleh ditembakkan kecuali serangan terhadap Iran berasal dari negara-negara tersebut,” kata Pezeshkian, melansir Iran International, Sabtu (7/3).

“Mereka [Angkatan Bersenjata] telah diberitahu bahwa mulai sekarang mereka tidak boleh menyerang negara-negara tetangga atau menargetkan mereka dengan rudal,” jelasnya.

Baca Juga: Presiden Portugal Kunjungi Minusca, DFC Mayjen TNI Asmi: Kontribusi Pasukan Sangat Penting

Lebih lanjut, ia mengungkapkan permintaan maaf atas hal tersebut. Ia menyerukan kepada negara-negara tetangga untuk tidak menjadi alat imperialisme Amerika Serikat (AS). Sementara, alasan serangan ke negara-negara tetangga itu karena menjadi lokasi aset militer AS.

“Kepada kelompok-kelompok di negara-negara tetangga yang mungkin berpikir untuk menggunakan kesempatan ini untuk menyerang wilayah kita, saya mengirimkan pesan ini: jangan menjadi alat imperialisme,” ujarnya.

Ia juga menanggapi pernyataan Presiden AS Donald Trump, yang menulis di platform media sosial Truth Social bahwa setiap kesepakatan dengan Iran akan membutuhkan "penyerahan tanpa syarat."

Baca Juga: AS Klaim Serangan Balasan Iran Berkurang hingga 90%

"Mereka akan membawa mimpi itu ke liang kubur jika mereka berpikir kita akan menyerah tanpa syarat," tegas Pezeshkian.

Namun, beberapa saat setelah pernyataan Pezeshkian, Al Jazeera melaporkan adanya intersepsi serangan udara di Doha, yang mengaktifkan alarm peringatan keamanan bagi warga sipil. Belum diketahui apakah ada keterlambatan komunikasi antara militer Iran dan keputusan pemerintah Iran tersebut. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.