Iran Peringatkan Takkan Tolerir Blokade AS

Jakarta, IDM – Iran memperingatkan resiko serius jika Amerika Serikat (AS) terus memblokade kapal dan pelabuhan, sekaligus melarang pembentukan jalur pelayaran di Selat Hormuz tanpa izin.
"Jika blokade terus berlanjut, kapal dan pasukan Amerika akan menghadapi risiko dan korban jiwa yang serius. AS harus mengubah perilakunya — atau kami tidak akan mentolerir ini. Kami tidak akan pernah mengizinkan pembukaan koridor kedua di Selat Hormuz," kata Mohsen Rezaei, penasihat militer Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei, melalui platform X @ir_rezaee, Selasa (4/8).
Baca Juga: MbS Minta Trump Stop Serang Iran, Ini Alasannya
Hal itu diungkapkan di tengah blokade Angkatan Laut AS yang terus berlanjut meskipun kedua negara menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) pada Juni lalu. Keduanya saling tuduh telah melakukan pelanggaran.
Menurut Komando Pusat AS (CENTCOM), pihaknya telah mengalihkan 44 kapal komersial dan 'menonaktifkan' 2 kapal hingga 3 Agustus. Mereka juga mengklaim mengizinkan hampir 30 kapal untuk melewati blokade guna mengirimkan bantuan kemanusiaan.
Baca Juga: Iran Klaim Tembak Jatuh Drone Canggih AS
Sementara, Badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) melaporkan bahwa sebuah kapal kargo yang melintasi Selat Hormuz melalui koridor lepas pantai Oman dihantam oleh "proyektil yang tidak dikenal".
Insiden itu terjadi sekitar 37 kilometer timur laut Al Khasab, Oman, tanpa memberikan rincian tentang kerusakan maupun korban. UKMTO juga mengatakan, pihak berwenang telah meluncurkan penyelidikan dan menyarankan kapal-kapal yang melintasi wilayah itu untuk berhati-hati dan sekaligus melaporkan aktivitas mencurigakan apa pun.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































