Iran-Oman Semakin Dekat Capai Kesepakatan Terkait Hormuz

Jakarta, IDM – Iran dan Oman selangkah semakin dekat dalam mencapai kesepakatan untuk memulihkan lalu lintas maritim komersial melalui Selat Hormuz.
Baca Juga: Iran Klaim Tembak Jatuh Drone Canggih AS
Melansir The New York Times, Selasa (4/8), hal itu diungkapkan oleh otoritas yang mengetahui perundingan kedua negara. Berdasarkan kesepakatan potensial tersebut, kapal-kapal menuju Teluk akan melewati jalur pelayaran dekat pantai sekaligus dikendalikan Iran. Kemudian, lalu lintas keluar akan menggunakan jalur dekat Oman.
Tidak akan ada biaya tol yang dikenakan, tetapi kesepakatan itu mencakup "biaya layanan" untuk menutupi dampak lingkungan, keamanan untuk kapal kargo dan tanker, serta biaya kepegawaian. Nantinya pendapatan akan dibagi rata antara Iran dan Oman.
Baca Juga: Iran Peringatkan Takkan Tolerir Blokade AS
Beberapa pejabat senior Amerika Serikat (AS) disebut skeptis terhadap pengaturan yang diusulkan, karena dapat dianggap sebagai konsesi kepada Iran. Sedangkan, beberapa pejabat Teheran mempertanyakan apakah kesepakatan itu akan berfungsi sebagaimana mestinya dan mencegah serangan AS.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































