INTERNASIONAL

Iran Izinkan Lebih Banyak Kapal Lewati Selat Hormuz di Tengah Konflik

Selat Hormuz
Selat Hormuz (Foto: Dok. Wikimedia)

Jakarta, IDM – Dalam konflik dengan Amerika Serikat (AS)-Israel, Iran dilaporkan telah membatasi jalur Selat Hormuz bagi pihak-pihak yang dianggap musuh. Namun, kini Iran mulai mengizinkan lebih banyak kapal melewati jalur itu walaupun jumlahnya sedikit.

Melansir Al Jazeera, Rabu (18/3), berdasarkan data pelacakan kapal dari Winward, terdapat delapan kapal selain kapal berbendera Iran yang terdeteksi di jalur maritim tersebut. Jumlah transit itu "hampir dua kali lipat" dari jumlah yang terlihat dalam beberapa hari terakhir.

Michelle Wiese Bockmann, seorang analis di Windward, mengatakan bahwa bertambahnya kapal menunjukkan Teheran mengizinkan "transit berbasis izin ke negara-negara sahabat".

Baca Juga: Amnesty Internasional Sebut AS Bertanggung Jawab atas Serangan ke Sekolah Iran

"Kapal-kapal yang berafiliasi dengan Barat tidak akan secara sukarela memasuki perairan Iran, tetapi kemungkinan besar kapal-kapal Cina, India, dan lainnya akan melakukannya," kata Bockmann.

MarineTraffic, sistem pelacakan kapal lainnya, melaporkan terdapat sembilan kapal yang transit di Selat Hormuz pada hari Senin dan Minggu. Jumlah ini meningkat dibanding dengan beberapa hari sebelumnya yang hanya terdapat lima transit.

Lalu lintas melalui selat itu, yang biasanya dilalui sekitar seperlima pasokan minyak global, telah anjlok lebih dari 95 persen sejak dimulainya serangan AS-Israel terhadap Iran. Pembatasan oleh Iran juga telah menyebabkan harga minyak melonjak di atas $100 per barel.

Baca Juga: AS Serang Markas Rudal Iran di Dekat Selat Hormuz

Sementara, Iran menyatakan pihaknya tidak menutup Selat Hormuz kecuali bagi musuh. "Dari perspektif kami, selat itu terbuka, tetapi tertutup bagi musuh kita, tertutup bagi mereka yang melakukan agresi pengecut ini terhadap kita dan sekutu mereka," kata Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada Senin lalu.

Presiden AS Donald Trump menyatakan tidak butuh bantuan negara lain untuk membuka blokade lalu lintas pelayaran tetapi ia menegur NATO karena menolak untuk mengerahkan kapal perang guna mengamankan jalur air tersebut.

Militer AS mengklaim telah menjatuhkan bom penghancur bunker terhadap lokasi rudal Iran di dekat selat itu pada Selasa malam waktu setempat. "Rudal jelajah anti-kapal Iran di lokasi-lokasi ini menimbulkan risiko bagi pelayaran internasional di selat tersebut," kata Komando Pusat AS (US CENTCOM) melalui platform X. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.