INTERNASIONAL

Iran Enggan Lanjut Negosiasi jika AS Terus Mengancam

Menlu Iran Abbas Araghchi.
Menlu Iran Abbas Araghchi. (Foto: Dok. Irna.ir)

Jakarta, IDM – Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi mengatakan bahwa negosiasi untuk mencapai kesepakatan komprehensif tidak akan dimulai jika ancaman dari Amerika Serikat (AS) terus berlanjut.

Ia menekankan, posisi Iran itu berdasarkan atas Paragraf 13 dari Nota Kesepahaman (MoU) yang ditandatangani dengan AS pada bulan lalu. "Pasal 13 MoU tersebut jelas: Negosiasi mengenai kesepakatan akhir tidak akan dimulai jika ancaman terus berlanjut. Hormatilah tanda tangan Anda," imbuhnya melalui platform X @araghchi, Selasa (7/7).

Baca Juga: Pesawat Tempur Inggris Cegat ‘Bear-F’ Rusia

'MoU Islamabad' disepakati kedua negara dan mulai berlaku pada 18 Juni setelah Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden AS Donald Trump menandatanganinya secara elektronik. Perjanjian 14 poin itu bertujuan untuk mencapai kesepakatan perdamaian yang langgeng.

Pernyataan Araghchi muncul beberapa jam setelah Trump memperingatkan bahwa Washington siap menggunakan kekuatan militer jika diplomasi gagal. Ia juga kembali menegaskan Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir.

"Kita akan membuat kesepakatan atau kita akan menyelesaikan pekerjaan ini. Oke, dan menyelesaikan pekerjaan ini tidak akan sulit. Saya lebih suka membuat kesepakatan, karena saya tidak ingin mempengaruhi 91 juta orang," kata Trump di Gedung Putih, melansir Reuters.

Baca Juga: KTT NATO akan Tegaskan Komitmen Keamanan Kolektif

Selain itu, Araghchi juga membagikan foto-foto yang menunjukkan kerumunan massa di Teheran untuk prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, yang tewas akibat serangan gabungan AS-Israel pada 28 Februari lalu.

"Jutaan warga Iran yang bangga bersatu untuk menghormati Ayatollah Khamenei dan warisannya. Baik mereka maupun Angkatan Bersenjata kita yang gagah berani tidak terpengaruh oleh ancaman apa pun," tegasnya.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.