Iran dan Oman Bahas Koridor Sementara di Selat Hormuz

Jakarta, IDM – Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi dan Menlu Oman, Badr Albusaidi mendiskusikan kerangka kerja untuk membuka jalur transit sementara melintasi Selat Hormuz di tengah konflik terus berlangsung antara Iran dan Amerika Serikat (AS).
Perundingan itu fokus pada pentingnya kedua negara dalam melanjutkan navigasi yang aman melalui Selat Hormuz dengan cara yang tetap menjaga kedaulatan dan hak kedaulatan.
Baca Juga: AS-Korsel Sepakat Pererat Kerja Sama Hadapi Nuklir Korut
"Kedua menteri membahas kerangka kerja bertahap yang akan memberikan dasar praktis dan dapat diimplementasikan, mengingat situasi saat ini di Selat akibat perang baru-baru ini dan dampak tragisnya," tulis pernyataan bersama Iran-Oman usai pertemuan antarmenlu di Teheran, melansir platform X @FMofOman, Rabu (26/8).
"Kerangka kerja yang diusulkan mencakup pembentukan koridor navigasi bersama sementara melalui Selat Hormuz dan kesepakatan untuk melaksanakan proyek bersama untuk membersihkan Selat dari ranjau," sambungnya.
Dikatakan bahwa negosiasi teknis antara kedua pihak akan berlanjut dengan tujuan mencapai kesepakatan tentang koridor navigasi permanen dan pengaturan di masa mendatang untuk mengelola Selat Hormuz. Kedua pihak juga memandang pentingnya membentuk mekanisme untuk pertukaran informasi hingga penyediaan layanan navigasi dan keamanan.
Baca Juga: Tujuh Dekade Bantu Palestina, kini Israel Serbu dan Sita Fasilitas UNRWA
Pernyataan itu muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan di platform Truth Social bahwa semua ranjau telah disingkirkan dan/atau diledakkan dari perairan internasional Selat Hormuz.
Iran dan Oman selaku negara pesisir di Selat Hormuz, telah lama mendiskusikan masa depan navigasi melalui koridor strategis tersebut. Namun, para pejabat Iran bersikeras bahwa selat itu tidak akan dibuka kembali sepenuhnya sampai AS memenuhi tuntutan, termasuk mencabut blokade, sanksi, dan mencairkan aset-aset Teheran.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































