Iran Bentuk Badan Baru untuk Kelola Selat Hormuz

Jakarta, IDM – Iran telah membentuk badan baru yang bertugas mengelola Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat (AS) dan blokade jalur strategis tersebut.
Melansir AA, Senin (18/5), Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyatakan bahwa badan ini akan memberikan “penyesuaian segera mengenai operasi Selat Hormuz dan perkembangan terkini." Namun, tidak dijelaskan secara merinci mengenai struktur, wewenang, atau tanggung jawab badan baru tersebut.
Baca Juga: Qatar dan Arab Saudi Bahas Upaya Menekan Konflik Iran
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur strategis global, yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman. Ketegangan di daerah itu telah memicu lonjakan harga minyak dan gas dunia.
Sebelumnya, Ebrahim Azizi selaku Ketua Komite Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, mengatakan bahwa pihaknya telah menyusun mekanisme untuk mengatur lalu lintas maritim melalui rute yang ditentukan di Hormuz dan akan mengenakan biaya “untuk layanan khusus” yang disediakan di bawah sistem tersebut.
Baca Juga: Menyusul Trump, Putin akan Bertemu Xi Jinping
“Dalam proses ini, hanya kapal komersial dan pihak-pihak yang bekerja sama dengan Iran yang akan mendapat manfaat darinya,” katanya.
Konflik ini dimulai sejak AS dan Israel meluncurkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Iran melancarkan serangan balasan ke Israel serta negara-negara Teluk yang menjadi lokasi militer AS sekaligus menutup Selat Hormuz bagi pihak yang dianggap musuh. (bp)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































