POLKAM

Investigasi Kematian Peserta Latsarmil SPPI Berjalan, Aspek Keselamatan jadi Prioritas

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman.
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman. (Foto: Dok. Istimewa)

Jakarta, IDM – Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman menyatakan bahwa belum ditemukan indikasi kelalaian dalam meninggalnya peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) saat mengikuti Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil).

Pemerintah kini menunggu hasil investigasi sembari memastikan evaluasi terhadap standar keselamatan pelatihan terus dilakukan sebagai bagian dari pembinaan sumber daya manusia pertahanan.

Dudung menekankan latihan dasar kemiliteran tetap menjadi instrumen penting untuk membangun disiplin, loyalitas, daya tahan, serta jiwa korsa bagi peserta SPPI.

Baca Juga: Presiden Prabowo Tegaskan Kekuatan Bangsa Berawal dari Rakyat yang Sejahtera

Namun, seluruh pelaksanaan pelatihan harus tetap mengedepankan standar keselamatan dan prosedur operasional guna meminimalkan risiko terhadap peserta.

Menurut Dudung, informasi awal yang diterima menunjukkan belum ada bukti bahwa kematian keempat peserta dipicu oleh kelalaian penyelenggara maupun intensitas latihan militer.

"Belum ada tingkat kelalaiannya karena memang tidak serta-merta latihan militer. Mungkin karena dia sakit dan sebagainya, tapi ini sedang dievaluasi dan ada investigasi. Faktor keselamatan harus diutamakan sehingga tidak menimbulkan korban,” ungkapnya.

Baca Juga: Kemenko Polkam Perkuat Diplomasi Keamanan RI-Kamboja Hadapi Ancaman Online Scam Lintas Negara

Diketahui, Latsarmil SPPI KDKMP dan KNMP telah mengakibatkan empat peserta meninggal dunia.

Terbaru, peserta atas nama Muhammad Rifki Renaldi Gunawan meninggal dunia saat mengikuti latsarmil di Satuan Pendidikan Batalion Parako 465 Korpasgat, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Rifki Renaldi dinyatakan meninggal dunia pada Jumat (26/6) dini hari, setelah mengalami sesak napas.

Tiga peserta atas nama Anisa Muyassaroh, Yonanda Muhammad Taufiq, dan Novia Rahmadhani Sihotang juga meninggal dunia saat mengikuti latsarmil.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.