Investasi SDM Pilar Pertahanan Nasional Menuju Indonesia Emas 2045

Jakarta, IDM – Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) menegaskan keberhasilan program prioritas nasional di bidang pendidikan merupakan bagian penting dalam memperkuat ketahanan nasional.
Melalui pemantauan ke Sekolah Rakyat Terintegrasi 9 Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pemerintah memastikan implementasi program berjalan efektif, tepat sasaran, dan mampu mencetak generasi muda yang menjadi fondasi kekuatan bangsa di masa depan.
Asisten Deputi Koordinasi Administrasi Wilayah dan Kependudukan Kemenko Polkam, Kartika Adi Putranta, mengatakan pengawasan terhadap pelaksanaan Sekolah Rakyat bagian dari komitmen pemerintah memastikan setiap program strategis nasional memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama kelompok rentan.
Baca Juga: Kemenko Polkam Perkuat Diplomasi Keamanan RI-Kamboja Hadapi Ancaman Online Scam Lintas Negara
"Pemerintah terus berupaya memberikan perhatian kepada masyarakat, terutama generasi muda, melalui kesempatan memperoleh pendidikan yang setara bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Program Sekolah Rakyat diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup mereka melalui pendidikan," ujar Kartika.
Kartika menjelaskan pembangunan sumber daya manusia berkualitas dipandang sebagai investasi strategis yang akan memperkuat ketahanan nasional.
Pendidikan yang merata diyakini mampu membangun masyarakat yang tangguh, adaptif, serta memiliki daya saing menghadapi berbagai tantangan, baik di bidang ekonomi, sosial, maupun keamanan.
Baca Juga: Presiden Prabowo Tegaskan Kekuatan Bangsa Berawal dari Rakyat yang Sejahtera
Saat ini Sekolah Rakyat Terintegrasi 9 Banjarbaru menyelenggarakan pendidikan jenjang SMP dan SMA dengan total 125 peserta didik, terdiri atas 50 siswa kelas VII SMP dan 75 siswa kelas X SMA.
Selain pembelajaran formal, sekolah juga menjalankan program parenting setiap tiga bulan sebagai upaya memperkuat sinergi keluarga dalam membentuk karakter peserta didik.
Pemantauan Kemenko Polkam juga bertepatan dengan kegiatan Open House yang digelar dalam rangka memperingati satu tahun penyelenggaraan Sekolah Rakyat sekaligus menyambut tahun ajaran baru.
Baca Juga: Investigasi Kematian Peserta Latsarmil SPPI Berjalan, Aspek Keselamatan jadi Prioritas
Berbagai hasil karya, inovasi pembelajaran, hingga capaian prestasi siswa ditampilkan kepada masyarakat sebagai bentuk akuntabilitas sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap program tersebut.
Kemenko Polkam menilai keberhasilan Sekolah Rakyat tidak hanya diukur dari peningkatan akses pendidikan, tetapi juga dari kemampuannya membangun karakter, disiplin, dan semangat kebangsaan generasi muda.
Nilai-nilai tersebut merupakan modal utama dalam memperkuat sistem pertahanan negara yang bertumpu pada kualitas manusia.
Melalui pengawalan yang berkelanjutan, Kemenko Polkam berharap program Sekolah Rakyat terus berkembang sebagai instrumen strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional sekaligus memperkokoh ketahanan bangsa menuju terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































