Inggris Dakwa Dua Warga atas Tindakan Mata-mata untuk Cina

Jakarta, IDM – Seorang peneliti yang pernah bertugas di Parlemen Inggris dan seorang pria lainnya telah didakwa melakukan tindakan mata-mata untuk Cina berupa memberikan informasi sensitif nasional.
Baca Juga: OHCHR Serukan Penyelidikan Terkait Penemuan Kuburan Massal di Rumah Sakit Jalur Gaza
Dilansir dari AP, Rabu (24/4), Kejaksaan Inggris mengatakan dua pria itu adalah Christopher Cash (29) dan Christopher Berry (32). Mereka akan didakwa telah "mengumpulkan, mencatat, atau mengomunikasikan informasi yang merugikan keselamatan atau kepentingan negara dan melanggar Undang-Undang Rahasia Negara antara akhir tahun 2021 dan Februari 2023".
“Ini merupakan penyelidikan yang sangat kompleks terhadap tuduhan yang sangat serius,” kata Dominic Murphy, kepala komando kontraterorisme Kepolisian Metropolitan Inggris.
Baca Juga: AS akan Segera Tarik 1000 Pasukan dari Niger
Pihak berwenang tidak merilis rincian tentang kedua pria tersebut. Namun Berry disebut sebagai seorang akademisi yang berbasis di Oxfordshire dan seorang peneliti yang bekerja untuk anggota parlemen senior dari Partai Konservatif pada tahun lalu. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































