POLKAM

Indonesia Berduka, Warisan Sheikh Hamad Diyakini Perkuat Poros Strategis RI-Qatar

Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono
Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono. (Foto: Dok. Setpres/BPMI)

Jakarta, IDM – Pemerintah RI menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani, Emir Qatar periode 1995–2013.

Sosok yang dikenal sebagai arsitek transformasi modern Qatar itu dinilai meninggalkan warisan besar, tidak hanya bagi negaranya, tetapi juga bagi hubungan diplomatik Indonesia dan Qatar yang kini terus berkembang menjadi kemitraan strategis.

Ucapan duka tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono saat memberikan keterangan di Kedutaan Besar Negara Qatar di Jakarta, Rabu (15/7).

Pemerintah Indonesia menilai kepergian Sheikh Hamad merupakan kehilangan bagi dunia internasional karena kepemimpinannya telah membawa Qatar tampil sebagai salah satu negara dengan pengaruh signifikan di kawasan Timur Tengah maupun di panggung global.

Baca Juga: Temui Panglima TNI-Kepala Staf di Mabes TNI, Kapolri: Ada yang Berupaya Pecah Belah TNI-Polri

"Innalillahi wa innailaihi rojiun. Kita semua menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya Father Amir Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani," ujar Menlu Sugiono.

Menurut Sugiono, Sheikh Hamad merupakan tokoh sentral yang berhasil mentransformasi Qatar menjadi negara modern dengan kapasitas diplomasi, ekonomi, dan investasi yang diperhitungkan dunia.

Kepemimpinannya juga dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun hubungan erat antara Indonesia dan Qatar yang kini terus diperkuat di era kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Emir Qatar saat ini.

"Beliau adalah seorang pemimpin yang mampu membuat Qatar menjadi sebuah negara yang sangat berpengaruh. Dalam kaitannya dengan hubungan dengan Indonesia, beliau juga berperan besar dan aktif menciptakan hubungan yang erat antarkedua negara yang saat ini diteruskan oleh Emir dan Presiden Prabowo Subianto," kata Sugiono.

Baca Juga: Presiden Prabowo Ultimatum Koruptor dan Tegaskan TNI-Polri Harus Sejahtera

Menlu menegaskan hubungan Indonesia-Qatar selama ini berkembang tidak hanya dalam aspek diplomasi, tetapi juga mencakup kerja sama investasi, energi, ekonomi, pendidikan, hingga isu-isu strategis internasional.

Fondasi tersebut, menurutnya, merupakan bagian dari warisan diplomatik yang dibangun sejak masa kepemimpinan Sheikh Hamad.

Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Indonesia turut menyampaikan doa agar mendiang Sheikh Hamad memperoleh tempat terbaik di sisi Allah SWT, sekaligus mendoakan agar masyarakat Qatar diberikan ketabahan menghadapi kehilangan pemimpin yang telah berjasa besar bagi negaranya.

"Kami berdoa semoga beliau mendapatkan tempat yang terbaik di sisi Allah SWT dan semoga seluruh rakyat Qatar diberi kekuatan serta terus terinspirasi oleh kepemimpinan dan perjuangan beliau," tuturnya.

Baca Juga: Utusan Khusus Presiden Prabowo Tiba di Doha, Menko Polkam Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Mantan Emir Qatar

Sugiono juga mengatakan optimisme Pemerintah Indonesia terhadap masa depan hubungan bilateral kedua negara.

Ia menyebut Qatar sebagai salah satu mitra strategis Indonesia yang memiliki posisi penting dalam mendukung berbagai agenda pembangunan dan kerja sama internasional.

"Hubungan ini akan terus berjalan dengan harmonis. Qatar memiliki peran yang strategis dalam rangka bekerja sama untuk mencapai berbagai tujuan yang ingin diwujudkan oleh pemerintah kita,” pungkasnya.

Kepergian Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani menjadi momen refleksi atas kontribusinya dalam membangun Qatar menjadi negara berpengaruh sekaligus mempererat hubungan persahabatan dengan Indonesia.

Pemerintah RI berharap fondasi kerja sama yang telah dibangun selama puluhan tahun dapat terus berkembang menjadi kemitraan yang semakin kuat dan saling menguntungkan di berbagai sektor strategis.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.