INTERNASIONAL

Ilusi! Israel Bertanggung Jawab atas Kematian Hind Rajab

Pasukan Bersenjata Israel
Pasukan Bersenjata Israel (IDF) (Foto: Dok. Idf.il)

Jakarta, IDM – Palestina meragukan komitmen Israel untuk menyelidiki kejahatan perang khususnya penembakan Pasukan Bersenjata Israel (Israel Defense Forces/IDF) terhadap Hind Rajab dan keluarganya di Gaza.

IDF sempat membantah telah menembaki mobil yang ditumpangi Rajab (5 tahun) bersama enam anggota keluarganya pada 29 Agustus 2024. Namun, akhirnya IDF mengakuinya dan akan memulai penyelidikan pidana.

Baca Juga: AS-UEA Minta Pertanggungjawaban Iran atas Serangan di Kawasan

Pengakuan itu ditanggapi secara pesimis oleh The Hind Rajab Foundation, yayasan yang didedikasikan untuk memperjuangkan keadilan atas kejahatan terhadap kemanusiaan, kejahatan perang, dan pelanggaran HAM yang dilakukan oleh Israel terhadap rakyat Palestina.

Melansir keterangan tertulis The Hind Rajab Foundation, Kamis (20/8), yayasan itu meragukan komitmen Israel untuk memulai penyelidikan pidana terkait kematian Rajab. Pengakuan IDF ini diungkapkan di tengah tuntutan internasional yang kian meningkat dan semata-mata bertujuan untuk mengalihkan perhatian dari tekanan tersebut.

Yayasan itu memandang IDF bukan ingin bertanggung jawab, melainkan sekadar menampilkan kesan adanya pertanggungjawaban sembari melanggengkan impunitas.

Baca Juga: IDF Akui Tembak Mobil yang Ditumpangi Hind Rajab, Bocah Lima Tahun di Gaza

"Kami sama sekali tidak menaruh kepercayaan pada sistem peradilan Israel. Ini hanyalah sandiwara yang bertujuan untuk menutupi kejahatan dan membebaskan para pelaku yang membunuh Hind Rajab beserta keluarganya. Kami tahu siapa yang membunuh Hind. Kami mengetahui tanggung jawab Brigade Lapis Baja ke-401 di bawah komando Beni Aharon, Batalion ke-52 yang dipimpin oleh Daniel Ella, serta Kompi Vampire Empire yang dipimpin oleh Sean Glass. Orang-orang ini seharusnya mendekam di balik jeruji besi," kata Dyab Abou Jahjah selaku Direktur Jenderal The Hind Rajab Foundation.

"Kami yakin keadilan akan ditegakkan, namun bukan oleh sistem yang justru membenarkan kejahatan yang dilakukan selama genosida berlangsung. Keadilan akan dicapai melalui mekanisme peradilan internasional, ICC [International Criminal Court], serta yurisdiksi nasional di luar negeri. The Hind Rajab Foundation akan terus menempuh jalan ini, dan kami tidak akan terkecoh oleh manuver-manuver semacam itu," tegasnya.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.