INTERNASIONAL

Human Right Watch Sebut Israel Gunakan Fosfor Putih Di Jalur Gaza

Amunisi fosfor putih
Amunisi fosfor putih diluncurkan di Gaza. (Foto: Dok. Hrw.org)

Jakarta, IDM - Human Rights Watch (HRW) menyebut Israel menggunakan amunisi fosfor putih dalam operasi militernya di Gaza dan Lebanon, yang sangat beresiko membuat warga sipil cedera serius dalam jangka panjang.

Dilansir dari laman resmi HRW, Sabtu (14/10), kelompok hak asasi manusia itu mengungkapkan bahwa mereka telah memverifikasi kebenaran video yang memperlihatkan bahan kimia itu ditembak di dua lokasi oleh militer Israel.

Selain itu, HRW juga mewawancarai dua orang dari Kota Gaza melalui telepon, yang menggambarkan pengamatan mereka terhadap serangan fosfor putih.

Baca Juga: Iran Jajaki Kerja Sama dengan Rusia Bangun Satelit Pengintai

"Amunisi yang digunakan dalam serangan itu adalah proyektil artileri fosfor putih 155mm yang meledak dari udara," tulis HRW.

Fosfor putih merupakan zat beracun yang dapat terbakar hingga lebih dari 800 derajat Celcius, yang cukup tinggi untuk melelehkan logam. Zat ini mampu menyebarkan api dengan cepat dan menghasilkan asap tebal di wilayah yang luas.

Amunisi fosfor putih sangat sulit dipadamkan karena akan terus menyala hingga zat habis terbakar atau tidak lagi terkena oksigen. Pengunaannya dapat melalui peluru artileri, bom, roket atau granat.

Lama Fakih selaku direktur HRW Timur Tengah dan Afrika Utara memperingatkan penggunaan amunisi itu sangat membahayakan warga sipil karena memberi dampak luka bakar jangka panjang.

Baca Juga: NATO Kembali Desak Turki Setujui Keanggotaan Swedia

“Setiap kali fosfor putih digunakan di kawasan padat penduduk, hal ini menimbulkan risiko tinggi terjadinya luka bakar yang menyiksa dan penderitaan seumur hidup," ujar Fakih.

Sementara, militer Israel menolak tuduhan HRW. Mereka menegaskan tidak pernah menggunakan fosfor putih di Jalur Gaza dan Lebanon.

“Tuduhan yang dibuat saat ini terhadap IDF (Pasukan Pertahanan Israel) mengenai penggunaan fosfor putih di Gaza benar-benar salah. IDF tidak mengerahkan penggunaan amunisi semacam itu,” kata militer Israel melansir Reuters. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.