INTERNASIONAL

Hantam Ukraina dengan Rudal 10 Mach, Putin Klaim Tak Ada Sistem yang Mampu Mencegatnya

Presiden Rusia Vladimir Putin
Presiden Rusia Vladimir Putin (Foto: Dok. Kremlin.ru)

Jakarta, IDM – Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa Rusia telah meluncurkan "rudal balistik dengan hulu ledak hipersonik non-nuklir" yang baru dikembangkan ke fasilitas militer di Kota Dnipro, Ukraina pada beberapa waktu lalu.

Dilansir dari Kremlin.ru, laman kepresidenan Rusia, Jumat (22/11), serangan itu dilakukan sebagai tanggapan atas serangan Ukraina yang menggunakan rudal ATACMS produksi Amerika Serikat (AS) dan rudal Storm Shadow produksi Inggris.

"Menanggapi penggunaan senjata jarak jauh Amerika dan Inggris pada 21 November tahun ini, Angkatan Bersenjata Rusia melancarkan serangan gabungan terhadap salah satu fasilitas industri pertahanan Ukraina," katanya.

Baca Juga: AS Veto Resolusi DK PBB Soal Gencatan Senjata Gaza, Ini Alasannya

"Para ahli rudal kami menyebutnya Oreshnik. Pengujian berhasil, target peluncuran tercapai, di wilayah Ukraina di Kota Dnepropetrovsk (Dnipro)… yang saat ini memproduksi teknologi rudal dan senjata lainnya," sambungnya.

Ia menjelaskan, Oreshnik berhasil melesat dengan kecepatan 10 Mach atau 10 kali kecepatan suara. Ia pun mengklaim bahwa tidak ada sistem yang dapat menangkal rudal tersebut.

"Rudal-rudal itu menyerang target dengan kecepatan 10 Mach, yaitu 2,5-3 kilometer per detik. Sistem pertahanan udara modern di dunia dan sistem pertahanan rudal yang dibuat oleh Amerika di Eropa tidak dapat mencegat rudal semacam itu," imbuhnya.

Baca Juga: Rusia Sebut Tembak Jatuh Dua Rudal Storm Shadow Buatan Inggris

Menurutnya, konflik di Ukraina semakin diperburuk oleh keterlibatan Amerika Serikat (AS) dan sekutunya. Ia menegaskan, Rusia akan selalu menanggapi segala situasi dengan tepat.

"Saya ingin menekankan sekali lagi bahwa bukan Rusia, tetapi AS yang menghancurkan sistem keamanan internasional, dan terus berpegang teguh pada hegemoninya, mendorong seluruh dunia menuju konflik global," ujarnya.

"Kami selalu lebih memilih dan siap untuk menyelesaikan semua masalah yang disengketakan dengan cara damai. Namun, kami juga siap untuk setiap perkembangan peristiwa," pungkasnya. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.