Kementerian Pertahanan (Kemhan) Rusia mengatakan bahwa pihaknya berhasil menembak jatuh delapan rudal balistik ATACMS buatan Amerika Serikat (AS) dan 72 drone yang diluncurkan Ukraina di medan tempur.
Kementerian Pertahanan (Kemhan) Rusia mengklaim telah menyerang target militer di Ukraina dengan senjata jarak jauh berpresisi tinggi. Hal itu dilakukan sebagai tanggapan atas serangan di wilayah Rostov, Rusia, menggunakan rudal yang dari Amerika Serikat (AS) dan Inggris.
Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa Rusia telah meluncurkan "rudal balistik dengan hulu ledak hipersonik non-nuklir" yang baru dikembangkan ke fasilitas militer di Kota Dnipro, Ukraina pada beberapa waktu lalu.
Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan bahwa keputusan Amerika Serikat (AS) untuk mengizinkan serangan rudal ATACMS ke teritorial Rusia sebagai "babak baru peningkatan ketegangan".
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden telah mengizinkan Ukraina untuk menggunakan rudal jarak jauh ATACMS, untuk melakukan 'serangan terbatas' ke teritorial Rusia.
Korea Utara (Korut) mengkritik Amerika Serikat (AS) yang semakin meningkatkan dukungannya terhadap Ukraina melalui berbagai bantuan militer maupun finansial.
Kementerian Pertahanan (Kemhan) Rusia mengatakan bahwa pihaknya berhasil menembak jatuh rudal ATACMS buatan Amerika Serikat (AS) yang diluncurkan oleh Ukraina. Hal ini mengkonfirmasi bahwa AS memang memasok rudal tersebut.
Amerika Serikat (AS) dilaporkan telah mengirimkan rudal jarak jauh ATACMS secara diam-diam ke Ukraina untuk digunakan dalam pertempuran melawan penjajah Rusia.
Kementerian Pertahanan (Kemhan) Rusia mengatakan pihaknya sukses menembak jatuh dua rudal ATACMS buatan Amerika Serikat (AS) ketika 'operasi militer khusus' di Ukraina. Keberhasilan ini merupakan yang pertama kalinya sejak senjata jarak jauh itu dikirim ke Ukraina.
Duta Besar Rusia untuk Amerika Serikat (AS) Anatoly Antonov mengecam keputusan pemerintah Joe Biden yang memasok rudal jarak jauh ATACMS ke Ukraina. Menurutnya, langkah itu merupakan kesalahan fatal dan memiliki konsekuensi serius.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa pasukannya telah mendapat dan menggunakan rudal ATACMS dari Amerika Serikat (AS). Rudal jarak jauh itu disebut berhasil menghancurkan dengan target sangat akurat di medan tempur.