Hamas Tanggapi Positif Rencana Gencatan Senjata dengan Israel

Jakarta, IDM – Hamas mengatakan pihaknya telah menanggapi rencana gencatan senjata di Situasi akibat konflik bersenjata di Gaza (Dok. Unicef.org) yang diuraikan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden. Namun, mereka menegaskan kembali kepada para mediator agar Israel berkomitmen terhadap rencana tersebut.
Dilansir dari BBC, Rabu (12/6), Hamas menyatakan “kesiapan untuk secara positif” mencapai kesepakatan. Qatar dan Mesir selaku mediator pun membenarkan bahwa Hamas telah menyampaikan tanggapan positif tersebut.
Baca Juga: Sekjen PBB Serukan Israel-Hamas Segera Sepakati Gencatan Senjata
“Tanggapan ini memprioritaskan kepentingan rakyat Palestina dan menekankan perlunya penghentian total agresi yang sedang berlangsung di Gaza,” kata Hamas.
Rencana gencatan senjata yang telah disetujui Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa pada Senin lalu itu menyerukan gencatan senjata dalam tiga fase yang akhirnya berpotensi untuk menjadi permanen.
Baca Juga: Akibat Konflik di Sudan, Lebih dari 10 Juta Warga Terpaksa Mengungsi
Berdasarkan proposal itu, Hamas dan Israel akan melakukan negosiasi selagi gencatan senjata selama sedikitnya enam minggu pada tahap pertama. Selagi gencatan senjata tersebut, keduanya akan melakukan pertukaran tawanan dan Israel mundur dari Gaza. Pada tahap itu pula, kedua pihak mendiskusikan gencatan permanen.
Terakhir, rekonstruksi Gaza skala besar pun dimulai sekaligus mengembalikan peninggalan segala hal yang berkaitan dengan tawanan yang tewas kepada keluarga mereka. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































