Hamas Siap Capai Kesepakatan Damai, Tuntut Jaminan Israel

Jakarta, IDM - Hamas menyatakan siap mencapai kesepakatan untuk akhiri konflik di Gaza, berdasarkan proposal Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Namun, Hamas menuntut jaminan komitmen Israel.
Hamas dan Israel telah melakukan perundingan tidak langsung sesi kedua di Sharm el-Sheikh, yang dimediasi oleh delegasi dari Mesir, Qatar dan AS. Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman al-Thani, Utusan Khusus AS Steve Witkoff dan Menteri Urusan Strategis Israel Ron Dermer dikabarkan akan turut hadir dalam perundingan hari ketiga pada Rabu (8/10).
Baca Juga: Israel dan Hamas Mulai Perundingan Tak Langsung untuk Akhiri Konflik
Pemimpin delegasi Hamas, Khalil al-Hayya kepada Al Qahera News TV, mengatakan pihaknya "tidak memercayai pendudukan" dan ingin "jaminan nyata" bahwa konflik akan berakhir. Ia menganggap jaminan ini penting, berkaca pada pelanggaran gencatan senjata yang dilakukan Israel pada kesepakatan sebelumnya.
Sementara, Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan dalam platform X bahwa konflik yang telah berlangsung selama dua tahun di Gaza merupakan sebuah "pengambilan keputusan yang menentukan masa depan", tanpa menyinggung progress negosiasi terkini.
Meskipun nampak masih terdapat tuntutan yang belum terpenuhi, perundingan itu diyakini paling menjanjikan guna mengakhiri konflik. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed al-Ansari, mengatakan para mediator termasuk Turki tetap fleksibel dan mengembangkan gagasan seiring berjalannya perundingan gencatan senjata.
Baca Juga: Dansatgas INDO RDB 39-F MONUSCO Ajak Personel Peduli Kesehatan Mental
"Kami tidak menggunakan prasangka dalam negosiasi. Kami mengembangkan formulasi ini selama perundingan itu sendiri, yang sedang berlangsung saat ini," ujar al-Ansari melansir Al Jazeera.
Partisipasi Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman al-Thani, menegaskan tekad para mediator untuk mencapai kesepakatan mengakhiri perang. (bp)
Hankam

Satgas TNI Sita Senjata OPM saat Susuri Sungai di Yahukimo, Sempat Diwarnai Kontak Tembak
Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 3 Marinir menyita senjata rakitan dan perlengkapan OPM di Kali Braza, Yahukimo, setelah terlibat kontak tembak singkat tanpa korban jiwa.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































