Hamas Setujui Menteri Otoritas Palestina Kelola Gaza, Tolak Pasukan Asing

Jakarta, IDM - Pejabat senior Hamas, Mousa Abu Marzouk, menyatakan pihaknya telah menyetujui seorang menteri dari Otoritas Palestina untuk mengelola Gaza demi kepentingan publik.
Mengutip CNN, Abu Marzouk mengatakan seluruh faksi Palestina sepakat bahwa pasukan keamanan di Gaza harus terdiri dari warga Palestina dan berada di bawah komite pengelola yang bertanggung jawab atas wilayah tersebut.
Ia juga menilai Dewan Keamanan PBB kemungkinan sulit menyetujui resolusi terkait pengerahan pasukan internasional di Gaza sebagaimana diusulkan Amerika Serikat (AS).
Baca Juga: Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL Temukan UXO saat Patroli
Menurutnya, para mediator bersikeras bahwa setiap pembentukan pasukan internasional harus melalui Dewan Keamanan, sementara AS dan Israel menolak opsi tersebut.
“Hamas tidak akan menerima kehadiran kekuatan militer asing untuk menggantikan tentara Israel di Gaza,” tegas Abu Marzouk.
Lebih lanjut, ia menyebut Israel belum memenangkan perang di Gaza, sementara rakyat Palestina tetap bertahan meski menghadapi kehancuran selama dua tahun terakhir.
Baca Juga: Polandia Buka Pelatihan Militer Baru, Terbuka bagi Semua Warga
Hamas juga mencatat lebih dari 190 pelanggaran Israel sejak gencatan senjata diberlakukan pada 11 Oktober lalu.
Diketahui, sumber yang dikutip CNN mengungkapkan bahwa pemerintahan Presiden AS Donald Trump sedang menyiapkan rancangan resolusi bagi Dewan Keamanan PBB untuk mengerahkan pasukan multinasional guna mendukung gencatan senjata yang ditengahi Washington. (Ykb)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































