Hamas Sebut Pengembalian Seluruh Jenazah Tawanan akan Butuh Waktu

Jakarta, IDM - Hamas menegaskan komitmen terhadap kesepakatan gencatan senjata dengan Israel di tengah tuduhan telah melakukan pelanggaran. Kelompok itu menyatakan sedang berupaya untuk menyerahkan semua jenazah tawanan Israel dan prosesnya akan memakan waktu.
"Kami menegaskan komitmen terhadap perjanjian tersebut dan keinginan kami untuk mengimplementasikannya, termasuk penyerahan semua jenazah tawanan Israel yang tersisa," kata Hamas melansir AA, Jumat (17/10).
Hamas telah membebaskan semua tawanan Israel berjumlah 20 orang yang masih hidup. Sementara dari sekitar 28 jenazah tawanan Israel, Hamas sejauh ini baru mengembalikan 10 jenazah.
Baca Juga: Satgas Kizi TNI Konga XXXVII-L Siap Mulai Misi di Afrika Tengah
Sebaliknya, Israel membebaskan 250 warga Palestina yang menjalani hukuman penjara seumur hidup dan 1.718 orang lainnya yang ditangkap di Gaza pasca konflik pecah pada 7 Oktober 2023.
Pertukaran tawanan ini dilakukan berdasarkan kesepakatan tahap pertama untuk menghentikan konflik di Gaza, yang diajukan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Lebih lanjut, Hamas mengatakan evakuasi jenazah yang tersisa mungkin membutuhkan waktu, karena beberapa terkubur di terowongan yang dihancurkan oleh pendudukan, sementara yang lain masih tertimbun reruntuhan bangunan yang dibom dan dihancurkan.
Baca Juga: Trump Sebut akan Bertemu Putin, Bahas Upaya Akhiri Konflik dengan Ukraina
Hamas pun menganggap Israel bertanggung jawab atas keterlambatan pengembalian jenazah tawanan tersebut. Pemerintahan Benjamin Netanyahu telah "menghalangi dan mencegah penyediaan sarana yang diperlukan untuk evakuasi."
Sementara, Israel menyebut Hamas melanggar kesepakatan gencatan senjata dengan membuat kericuhan setelah Pasukan Bersenjata Israel (IDF) mundur secara parsial dari Gaza. Hamas dilaporkan sengaja memamerkan kekuatan melalui eksekusi publik dan bentrokan dengan klan bersenjata Dughmush. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































